3:40 pm - Wednesday October 24, 3308

450 Penderita HIV/AIDS Baru Ditemukan di Kota Semarang.

Semarang- Jawa Tengah. Dinas Kesehatan Kota Semarang tiap tahun menemukan 450 penderita HIV/ AIDS baru di kota Semarang. Dari jumlah tersebut 100 orang diantaranya asli Semarang dan sisanya pendatang

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat ditemui usai kegiatan Peluncuran Aplikasi Mapan dan Propilar di Kampus UNIKA Soegijapranata mengatakan Kota Semarang menempati peringkat pertama pengidap HIV/ AIDS se Jawa Tengah. Tercatat sebanyak 4000 penderita HIV/ AIDS di kota lumpia ini hingga akhir 2017.

“Dalam satu tahun terdapat 10 orang yang meninggal akibat AIDS. Jumlah penderita HIV/ AIDS tersebut seperti fenomena gunung es. Dengan pengalaman saya fenomena gunung esnya mungkin 10 kali dari jumlah yang ditemukan,” jelasnya, baru- baru ini.
Menurutnya, angka kepatuhan meminum obat antiretroviral (ARV) dikalangan Odha baru 30 persen atau masih rendah.

Untuk itu Dinkes Semarang terus melakukan inovasi untuk memantau perjalanan penyakit HIV/ AIDS tersebut.
“Untuk memantau perjalanan penyakit Dinas Kesehatan bekerjasama dengan UNIKA Soegijapranata meluncurkan Proteksi Penyakit Menular (Propilar) dan  Masyarakat Pantau Kesehatan (Mapan) berbasis mobile sehingga dapat memantau kepatuhan minum obat melalui pendampingan serta dapat menjaring penyakit lain seperti Tuberculosis,” imbuhnya.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi civitas akademika UNIKA yang telah membantu launching Propilar dan Mapan. Melalui aplikasi tersebut diharapkan dapat menemukan banyak penderita baru untuk diberikan obat secara gratis sehingga dapat hidup normal seperti masyarakat yang lain. ( 135 )****.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.