8:00 pm - Saturday September 23, 2017

Ayah Kandung Balita Yang Tewas Korban Penganiayaan Menuntut Agar Pembunuhnya Dihukum Seberat-Beratnya “KALAU BISA NYAWA DIBAYAR NYAWA”

MABES PKRI, INVESTIGASI,- BANDUNG BARAT,Selasa 28/03/2017. Dedi Pratama, ayah kandung Mohamad Kelvin Alviansyah, masih memendam kesedihan yang mendalam. Dia tak menyangka buah hatinya itu tewas dianiaya oleh suami mantan istrinya.
“Saya sedih dan kesal,” ujar Dedi, “Kesal ke tersangka yang membunuh anak saya. Kalau bisa nyawa dibayar nyawa.”
Pria berusia 20 tahun itu terakhir bertemu dengan Kelvin sekitar 10 hari yang lalu. Saat itu, anaknya yang berusia tiga tahun itu sedang demam. Dedi kemudian mengecek ke sekujur tubuh Kelvin dan ditemukan banyak tanda memar.
Dedi belum berpikiran bahwa luka memar di tubuh Kelvin akibat penganiayaan yang dilakukan ayah tirinya, Tubagus Hadi Komala, yang juga merupakan suami mantan istrinya, Ani Cahyani.
Dia menganggap memar di tubuh anaknya itu sekadar bindam biasa pada bocah seusianya. Ternyata, belakangan diketahui bahwa bengkak dan Memar di raga Kelvin bekas pukulan dari Hadi.Bebernya.


Dedi harus memendam kekesalan kehilangan anaknya atas ulah Hadi. Dia berharap penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada Hadi dan mantan istrinya, Ani.Ungkapnya


Dedi dan Ani memutuskan menikah muda. Namun bahtera rumah tangga mereka kandas dua tahun yang lalu, saat Kelvin berusia 1,5 tahun.
Ani kemudian memutuskan menikah lagi dengan Tubagus Hadi Komala tiga bulan lalu. Kelvin dibawa tinggal bersama Ani dan Hadi. Namun, bukannya memberikan kasih sayang bagi anak tirinya, Hadi malah memukuli Kelvin hingga tewas.
Kasus ini sempat menggegerkan warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat pada Ahad kemarin. Musababnya, Kelvin ditemukan tergeletak di rumahnya tanpa diawasi oleh ibu kandung dan ayah tirinya. ( Riki Triyadi )

Redaktur:Unandra

 

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.