PKRI INFO – SAMARINDA – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, Armin, dalam sela kunjungan Monitoring dan Evaluasi di sejumlah SMA di Kota Samarinda memberikan mandat tegas kepada seluruh pimpinan satuan pendidikan tingkat SMA dan SMK di Kalimantan Timur. Dalam sebuah instruksi strategis, Armin menetapkan tenggat waktu tiga bulan ke depan sebagai periode akselerasi untuk merombak wajah dan kualitas pendidikan di Bumi Etam.
Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai pembenahan rutin, melainkan sebuah lompatan besar untuk menyelaraskan kualitas pendidikan daerah dengan standar nasional dan visi global.
*Membangun Ekosistem Belajar yang Menginspirasi*
Instruksi pertama Armin berfokus pada penataan lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur fisik dan estetika lingkungan adalah fondasi awal kenyamanan psikologis siswa.
“Saya minta dalam tiga bulan ke depan, lingkungan sekolah harus tertata dengan baik. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi siswa. Jika lingkungan kondusif, siswa akan betah, dan di sanalah karakter positif serta nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila mulai berakar,” ujar Armin.
*Penguatan Penalaran dan Kualitas Output Siswa*
Poin kedua yang menjadi inti dari transformasi ini adalah pergeseran paradigma pembelajaran. Armin menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak lagi hanya diukur dari angka, melainkan dari kemampuan penalaran dan berpikir kritis (critical thinking).
Sejalan dengan visi gubernur Rudy Mas’Ud “Kaltim sukses menuju generasi emas”, Disdikbud Kaltim menuntut sekolah untuk mampu memantik daya nalar siswa agar tidak hanya menjadi penghafal teori, tetapi menjadi problem solver yang handal. Kemampuan berpikir kritis ini adalah dimensi utama dalam Profil Pelajar Pancasila yang akan membawa pelajar Kaltim bersaing di level nasional maupun internasional.
*Optimalisasi Waktu Belajar: “Zero Jam Kosong”*
Menutup instruksinya, Armin memberikan catatan tegas mengenai kedisiplinan instruksional. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi jam belajar kosong di dalam kelas. Setiap menit di sekolah harus menjadi investasi berharga bagi pengembangan diri siswa.
“Tidak ada lagi ruang untuk pembiaran jam kosong. Kehadiran guru di kelas adalah mutlak untuk memastikan proses transfer pengetahuan dan pendampingan karakter berjalan konsisten. Kita sedang berpacu dengan waktu untuk menyiapkan Generasi Emas 2045, maka efektivitas waktu belajar adalah kuncinya,” tegasnya.
Sinergi Menuju Visi Besar
Instruksi ini menjadi alarm bagi seluruh jajaran kepala sekolah untuk segera melakukan audit internal dan perbaikan cepat. Plt. Kadisdikbud Armin berharap, dalam kurun waktu 90 hari, akan ada perubahan signifikan yang dirasakan langsung oleh siswa, guru, dan orang tua.
Langkah re formatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai provinsi dengan kualitas layanan pendidikan menengah yang unggul, berkarakter, dan visioner.
Pewarta Maradona,S.Pd.,M.Pd.,Gr.,CPS.

