1:47 pm - Tuesday June 18, 2019

” ABU BATU vs PASIR, Biscos kotor lagi ngetren di proyek pemeliharaan DPUTR kab PATI.

MABES PERS PKRI – PATI proyek Perawatan pembangunan jalan dan sandaran yang di laksanakan oleh dinas pekerjaan umum dan tata ruang ( DPUTR ) Pati banyak kejanggalan dan asal asalan di beberapa pekerjaan pemeliharaan yang sangat sayangkan berbagai pihak.

Pasalnya, salah satu contoh pada pekerjaan sandaran. Sangat ANEH ..dalam proses pembuatan adukan bahan yang di gunakan menggunakan abu batu dan pasir hanya sebagai campuran abu batu sehingga bangunan di duga tidak bisa bertahan lama.
Dan terkesan hampir semua pekerjaan sandaran mengganti posisi pasir dengan abu batu ..dan pasir hanya sebagai pelengkap saja.
Dan pada pemeliharaan jalan juga kita jumpai banyak menggunakan material Bis cos yang basah dan banyak residu (kotor) tapi saat kita klarifikasi alasannya biar kokoh,
Ada apa dengan pengadaan material di DPUTR kab pati❓

Naryo selaku kabid binamarga DPUTR saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya mengatakan”itu arahan dari bupati Pati untuk memperbaiki jalan yang rusak, kami juga ada tekanan untuk segera memperbaikinya. ” ungkapnya

” untuk penyediaan barang, kita melakukan lelang dengan pihak swasta. PU ini hanya pelaksana saja, untuk anggaran kita menunggu dari anggaran belanja pendpatan daerah ( ABPD ).” Cetus Naryo

Saat di singgung masalah fee 20% yang di berikan oleh pemenang lelang, kepala DPUTR Pati Ahmad Faisal di ruang terpisah membantah jika dirinya menerima fee tersebut.

Ahmad Faisal saat di temui awak media di aula DPUTR Pati mengungkapkan jika tiak ada fee sebesar 20% yang di berikan oleh pemenang lelang kepadanya.

” saya katakan tidak ada fee 20% di depan…yang di berikan pemenang lelang kepada saya, bila itu terbukti, saya siap bertanggung jawab. ” jelasnya ( 23/5/19 )

(Biro Pati)

Filed in: PKRI News

Comments are closed.