2:18 am - Thursday December 13, 2018

Air Sungai Banjir Kanal Timur Meluap, Rendam Sawahbesar .

Semarang – JATENG, air menggenangi jalan Sawah Besar dan pemukiman di Karang Kimpul Semarang. Jawa Tengah – Air sungai Banjir Kanal Timur meluap, baru – baru ini.

Sungai tersebut meluap sekitar pukul 07.30 WIB dan mulai memasuki perkampungan warga di area Jalan Sawah Besar hingga memasuki rumah warga di Karang Kimpul, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

“Rumah saya terendam air sekitar selutut. Biasanya di area ini memang banjir, sudah tidak tahun terakhir,” tutur warga Karang Kimpul, Slamet Riyadi Kondisi Banjir di Jalan Kaligawe Semarang.

Lurah Kaligawe, Usman Budi Raharjo mengungkapkan untuk mencegah luapan air dari sungah Banjir Kanal Timur akan dilakukan penutupan celah pada sisi sungai banjir kanal timur.

“Ya ini ada bambu sama besi untuk membendung supaya airnya tidak meruah ke pemukiman warga,” jelasnya.
“Ini juga banyak sampah ya, harus segera dikeruk,” ungkap Usman.
Hingga tampak air sungai masih memasuki pemukiman warga di Sawahbesar.

Tampak beberapa warga melihat evakuasi pengerukan sampah.
Mayoritas warga Karang Kimpul mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Ribuan warga beberapa kelurahan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, masih terendam banjir
Terserang Sejumlah Penyakit
Sebelumnya diberitakan setelah beberapa hari terdampak banjir, warga mulai sejumlah penyakit.

Di antaranya Sulasih, warga RW 1 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.
Ia mengeluhkan penyakit kulit di antaranya gatal-gatal dan kutu air setelah terendam banjir.

“Ini mulai gatal-gatal dan kutu air. Baru hari ini dapat pengobatan gratis dari Puskesmas,” katanya.

Ia mengungkapkan, banjir seperti saat ini sudah terjadi setiap tahunnya. Hanya saja, biasanya tidak bertahan lama. Dalam hitungan hari pun banjir sudah hilang. Hanya saja, banjir kali ini seolah tidak bisa hilang.

“Ini sudah lima hari ketinggian air masih di atas lutut. Terparah setelah hujan deras l,” ujarnya.

Selain penyakit kulit, warga terdampak banjir di Genuk juga mulai terserang diare, diantaranya Jumiyem. Ia mengeluhkan diare.

“Setiap hari harus hidup di genangan banjir apalagi airnya kotor. Ya beginilah jadinya,” katanya.

Lurah Trimulyo, Diah Winarni mengakui banyak warga yang mulai terserang penyakit akibat banjir.

Dari pengobatan gratis yang dilakukan, rata-rata warga mengeluhkan penyakit kulit yaitu gatal-gatal, kutu air dan diare.
Atas kondisi tersebut, ia pun bergerak cepat dengan meminta bantuan Pemerintah Kecamatan Genuk untuk melakukan pengobatan gratis kepada warga terdampak.

“Ini pengobatan pertama sejak banjir merendam.

“Rata-rata sakit yang dikeluhkan gatal-gatal dan diare,” ucap dia.

Diah mengungkapkan, seluruh wilayah Trimulyo terendam banjir.

Dengan begitu 702 warga dari 375 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 4 RW di Trimulyo, seluruhnya terendam banjir.
Kondisi paling parah terjadi di RW 1 yang berada paling timur dengan ketinggian banjir antara 40-60 cm.
Sementara di RW lainnya, relatif lebih rendah. Di RW 2 Trimulyo, ketinggian banjir sekitar 50 cm, di RW 3 dan RW 4 sekitar 30-40 cm.

“RW 3 dan 4 itu yang pertama kali terendam banjir.” katanya mengakhiri.(135)***

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.