2:17 pm - Wednesday November 22, 2017

Akibat Lalai PT Naga Mas Tumpahkan CPO Sawit Di Pelabuhan Pelindo Dumai

PKRI News Dumai,Riau -Sabtu 25/03/2017.Akibat kelalaian dalam memuat CPO ke kapal, PT Naga Mas menumpahkan sekitar seratus kilogram minyak mentah CPO ke laut saat dimuat ke kapal MT. ARK Progress berbendera India di Dermaga B, pelabuhan PT Pelindo Dumai tadi siang sekira pukul 11.42 wib (25/03/2017).
Dalam keterangannya Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo,SIK,MM mengatakan bahwa pada tadi siang (25/03)sekira jam 11.42 Wib, terjadi tumpahan minyak CPO milik PT.NAGA MAS pada saat pelaksanaan loading muat ke kapal di Dermaga B, Pelabuhan PT. Pelindo Dumai. Perusahaan PT.Naga Mas melakukan pelaksanaan loading muat minyak CPO ke kapal MT.ARK Progres berbendera India yang di mulai sejak hari Jumat tanggal 24 Maret 2017 sekira jam 20.42 Wib dengan volume muat sebesar empat ribu ton dan yang bertanggung jawab saat pelaksanaan loading / petugas loading master Sdr. M. Suhadi. Karena belum usai, pekerjaan dilanjutkan hari ini, pelaksanaan loading masih tetap dilanjutkan dengan penanggung jawab pelaksanaan loading / loading master Sdr.Dedi dan Sdr. Bambang. Saat pelaksanaan loading muat akan berakhir sekira pukul 11.42  wib pihak perusahaan dari PT. Naga Mas melakukan pembersihan pipa hubung yang di gunakan untuk penyaluran minyak CPO ke kapal dengan cara melakukan penembakan tekanan angin ke dalam pipa. Namun pada saat angin di tembakkan pipa penghubung masih tersalur ke dalam tanki kapal dan pihak dari kapal tidak menutup lubang utama (main hole ) yang berada di atas kapal. Akibatnya minyak CPO yang berada di dalam tanki tampung kapal tersembur ke luar  akibat dari tekanan angin yg melalui main hole (lubang utama).
Minyak CPO yang bersemburan tersebut jatuh ke dalam laut / perairan laut Dumai dengan perkiraan jumlah lebih kurang 100 Kg minyak CPO. Atas kejadian tersebut pihak PT. Naga Mas melakukan upaya pembersihan minyak CPO yang tumpah mengarah ke laut dengan menggunakan kapal pompong milik nelayan (alat tradisional) berupa serok lalu di kumpulkan ke dalam tong besi. Upaya pembersihan tersebut berlangsung selama lebih kurang 3 (tiga) jam.
“Saat ini sudah tidak terlihat tumpahan minyak CPO di sekitar dermaga B, Pelabuhan PT. Pelindo Dumai, kita berharap tidak terjadi pencemaran lingkungan yang bisa mengganggu biota laut disana” pungkas Guntur sambil menutup pembicaraan.
Redaktur:Unandra
Filed in: PKRI News

Comments are closed.