6:53 pm - Monday November 20, 2017

Alex Kaseger – Claim Asuransi Jiwasraya menambah coreng Hitam dunia Bisnis menjanjikan dari Usaha Asuransi. “Jiwasraya Tolak Claim Asuransi Polis”

Temuan PKRI - Jiwasraya bermasalah lagi

Gambar Pimpinan Penguasa PT Asuransi Jiwasraya.!!!! Soo Sweet Broo..

PKRI Investigasi – KALTIM, Kota Balikpapan. Asuransi jiwa adalah suatu kontrak perjanjian antara Orang perorang sebagai pemegang polis atau tertanggung dengan perusahaan asuransi sebagai penanggung yang mana perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah nominal uang jika terjadi risiko kematian terhadap pihak pemegang polis asuransi. 

PT Asuransi Jiwasraya adalah salah satu perusahaan BUMN yang dimilik Pemerintah Indonesia yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa, Perusahaan ini juga melakukan Jangan Lupakan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Dan apa yang disebut dengan pencucian uang? Mengapa pencucian uang selalu dikaitkan??.

Anggaran Dasar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah beberapa kali diubah dan ditambah, terakhir dengan Akta Notaris Netty Maria Machdar, SH.Tentang Jiwasraya. Asuransi Jiwasraya merupakan perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia yang merupakan cikal bakal dari perusahaan asuransi jiwa yang ada di indonesia ini.

Apa yang harus anda lakukan jika klaim asuransi anda ditolak ? Pertanyaan ini memang selalu muncul dibenak para tertanggung, pasti setiap tertanggung?? Akibatnya, mereka menjadi merasa dibohongi ketika tiba-tiba proses klaim … Jadi, apa saja sih sebenarnya yang menyebabkan klaim asuransi menjadi ditolak oleh Perusahaan, apakah kabar bangkurt menjadi alasan utama pihak Asuransi menolak Claim yang dalam surat pemeberitahuan isinya Claim anda ditolak akibat terlambat membayar. dalam kasus ini bahwa dalam UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Per-asuransian (“UU Asuransi”) tidaklah diatur mengenai sanksi keterlambatan pembayaran klaim asuransi (jika melebihi waktu 30 hari sejak klaim diterima). 

Ketentuan umum polis : Ketentuan dalam PSAKI (Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia) Pasal 2 : Pembayaran Premi “…bahwa setiap premi terhutang harus sudah dibayar lunas dan secara nyata telah diterima seluruhnya oleh pihak Penanggung :

2.1.1 maka pelunasan pembayaran premi harus dilakukan dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari kalender dihitung dari tanggal mulai berlakunya Polis;

Begitu juga dalam polis-polis standar AAUI lainnya pembayaran premi harus sudah dibayar lunas dalam waktu 30 hari. Bagaimana kalo telat bayarnya? maka polis otomatis batal dengan sendirinya tanpa harus menerbitkan endorsemen pembatalan, seperti kelanjutan pasal 2 ini

2.3. Apabila premi dimaksud tidak dibayar sesuai dengan ketentuan dan dalam jangka waktu yang ditetapkan, Polis ini batal dengan sendirinya tanpa harus menerbitkan endosemen pembatalan terhitung mulai tanggal berakhirnya tenggang waktu tersebut dan Penanggung dibebaskan dari semua tanggung jawab atas kerugian sejak tanggal dimaksud./Red-TT Boy.

Filed in: Ekonomi Bisnis, Hukum Kriminal

Comments are closed.