2:53 pm - Thursday December 14, 2017

ANAK BANGSA YANG TERGUSUR DI BANGSANYA SENDIRI.

Op

RADAR PKRI, JATENG. Komunitas Pedagang Kaki lima kota BONDOWOSO yang selama ini mengais rezeki di RTH Alun Alun Bondowoso kini antara harapan dan kenyataan. Kondisi dilematis ini terus menghantui 125 PKL KULINER yang selama ini berdagang di RTH Alun Alun Bondowoso. Mereka terus dihantui kecemasan atas rencana relokasi oleh Pemakai Bondowoso. Berdasarkan informasi yang diperoleh lokasi Pkl ini mulai menempati RTH secara resmi sejak tahun 2010 dengan izin jelas sesuai aturan dan melaksanakan segala kewajiban sesuai aturan yang berlaku.,bahkan diresmikan oleh Bupati Bondowoso.

Berdasarkan pantauan Radar.. Dengan konsep kuliner murah meriah dan sehat yang disuguhikan sebagai menu semua segmen ini menjadi daya tarik tersendiri di kota Bondowoso, kehidupan malampun menjadi warna tersendiri di arena RTH Alun Alun. Suasana menyenangkan. Keramahtaman pengunjung menjadi daya tarik tersendiri. Entah apa yang menyebabkan Pemakai hendak MERE lokasi PKL KULINER ini.Masih simpang saur kabar yang diperoleh.. Semua PKL sepakat untuk MENEGAKAN RELOKASI karena melanggar PANCASILA.

Pemerintah Daerah dengan sepihak telah membangun lokasi baru yang menurut kenyataan tdk layak sebagai tempat berusaha kuliner bagi PKL karena tdk memenuhi persyaratan kesehatan. Lingkungan. Amdal.jauh dari keramaian.lokasibyang sulit ditangkau.

Pusat Kuliner ini seakan menjadi pilihan utama masyarakat kota Bondowoso dimalam hari. Selain menikmati berbagai menu yang dijadikan juga sebagai tempat interaksi dan sosialisasi masyarakat. Melepas lelah dari berbagai aktivitas sehari hari. Selain itu Pusat kuliner ini juga menjadi tempat diskusi. Pertemuan dengan suasana terbuka.

Salah satu pedagang yang sdh 13 tahun berdagang di pusat kuliner ini mengatakan bahwa informasi yang ia ketahui LOKASI RTH ini mau ditempati oleh pihak lain lain atas kerjasama pihak ke 3 dengan Pemakai Bondowoso . sikap Pemkab yang seakan akan tidak manusiawi ini yang menimbulkan reaksi dari seluruh pkl untuk di relokasi. Alasannya lokasi yang baru ada pinggiran sungai. Rawan bencana. Ada lingkungan warga. TDK memenuhi aspek kesehatan dan KEAMAAN. Jauh dari pusat keramaian. demikian pengakuan dari Pak Roni.

Sikap penolakan ini disebabkan karena perlakuan tadi adil dari pemerintah tidak melibatkan partisipasi pkl untuk memberikan pendapat maupun aspirasi terhadap lokasi baru. Setelah di bangun baru Pemkab memberitahukan kalau akan di relokasi.

Menurut pengunjung ari Surabaya yg ditemui mengatakan bahwa salah satu kriteria ruang terbuka hijau adalah ketersediaan kuliner. Menurutnya sepanjang memenuhi standar kesehatan. Lingkungan.. Tidak mengganggu ketertiban umum adalah tdk masalah. Menurutnya kehadiran kuliner di bondowoso hanya perlu pembenahan.

Menurut salah satu pengunjung mas Desa. Apabila pusat kuliner ini dilomasi akan menjadikan pusat kota Bondowoso akan sepi bahkan otak mati di waktu malam. Sangatlah bertentangan dengan Pancasila jika pedagang ini digusur.

Salah satu pengunjung mengatakan lokasi yang baru tdk strategis. Kasihan bagi pegang tdk akan mendapatkan pendapatan. Padahal mereka harus menyekolahkan anak. Biaya hidup. Makan dan lain sebagainyan

Menurut Jono menyampaikan ada kebanggaan dalam proses relokasi ini. Seharusnya sebelum di bangun pemda harus melibatkan para pedagang dalam musyawarah bersama ini sama sekali tidak. TDK manusiawi cara cara seperti ini

Red~Reymond SH.

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.