3:29 pm - Friday June 19, 6336

Masjid Berdiri di Tengah Jalan Tol. Menunggu Realisasi Ganti Lahan Baru sebagai Relokasi Masjid.

RADAR PKRI JATENG – SEMARANG. Semarang, Untuk menghadapi mudik Lebaran 2018, ternyata pembebasan jalan tol Semarang- Batang, seksi V hingga ini belum juga selesai. Masih ada 2 persen lahan yang belum bisa dibebaskan dan masih berada tepat di tengah ruas jalan tol Mustaghfirin di Bringin, Ngaliyan, dan lahan makam seluas 5.302 meter persegi di Plampisan, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.

Hal itu diungkapkan oleh Wibowo Suharto, selaku Kepala Seksi Pengadahan Tanah Badan Pertanahan Nasional( BPN) Kota Semarang.
Dikatakan pula oleh Wibowo, pembebasan lahan tol Semarang- Batang sudah 98 persen dan hanya menyisakan 2 persen saja.
Wibowo juga menuturkan, proses relokasi kedua lahan  tersebut tidak bisa diganti dengan uang. Proses penggantian lahan mengharuskan dengan lahan pengganti karena merupakan lahan hibah.
Masjid berwarna hijau dua lantai itu masih digunakan warga sehari- hari untuk beribadah. Pihak PT Waskita Karya sedang mempersiapkan jalur di sebelah bangunan masjid agar bisa dilalui kendaraan saat fungsional mudik lebaran.
Dikatakannya, meski pada Lebaran nantinya ditargetkan fungsional bisa dilewati para pemudik, namun belum bisa dipastikan bangunan masjid dua lantai dan area pemakaman utu sudah direlokasi.
Menurut pantauan bahwa, masjid Jami ‘ Mustaghfirin di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang tampak masih kokoh berdiri persis di tengah ruas Tol Batang- Semarang seksi V.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Jalan Tol Semarang- Batang, Prasatyo menjelaskan, soal lahan pengganti masjid sebetulnya tidak menjadi masalah. Pihaknya telah mendapat lahan pengganti dan melakukan pembebasan.
Pembongkaran masjid tersebut belum bisa dilakukan sebelum pembangunan masjid pengganti selesai dibangun. Hal itu sebagaimana permintaan dari nadzir masjid.
Prasetyo juga mengatakan bahwa, makam di Klampisan, Ngaliyan, ada 1.300 titik makam. Proses relokasi makam yang merupakan tanah wakaf tersebut sudah dimulai beberapa waktu lalu setelah tidak ada keberatan dari warga dan sudah ada lahan pengganti.
Prosesnya diserahkan kepada paguyuban warga dengan pihak ketua RW. Dikatakannya, proses pemindahan juga tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perlu kehati- hatian.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknik P.T Waskita Karya selaku pelakasana proyek Tol Batang- Semarang, Yanuar Nico mengatakan, PT Waskita Karya sedang proses menyelesaikan pembangunan masjid pengganti. Saat ini, pembangunan masjid pengganti sudah mencapai 70 persen.
Meski hampir selesai, saat ini warga belum mau pindah ke masjid baru agar masjid lama bisa dibongkar. Mereka meminta agar konstruksi bangunan masjid pengganti harus sudah selesai 100 persen terlebih dahulu.
Atas dasar itu, PT Waskita Karya kemudian menyesiapkan jalan baru yang melewati bangunan masjid agar kendaraan pemudik tetap nyaman melewati ruas jalan tol yang difungsionalkan itu. Jalan tersebut dibangun di sisi utara masjid lama.
Proyek pembangunan Jalan Tol Semarang- Batang yang dibagi menjadi 5 seksi direncanakan rampung pada Oktober 2018. Hingga awal bulan Mei 2018, progres pembangunan konstruksi proyek Jalan Tol telah mencapai 78 persen.( na )****.
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.