3:29 pm - Sunday June 19, 6388

Polda dan Mapolrestabes Semarang Perketat Keamanan.

RADAR PKRI JATENG  – SEMARANG. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Chondro Kirono menjelaskan tidak ada pemetaan khusus terkait informasi adanya pelaku teroris yang berasal dari Jawa Tengah.

Setiap ada pelaku yang berasal dari Jawa Tengah, dari Polres dan anggauta, juga harus mendatangi keluarga korban, ambil mapping, profilling yang bersangkutan, mulai dari keberadaan yang bersangkutan, sehingga semuanya termonitor dengan baik.

Tidak hanya fokus di satu daerah saja, misalkan di Semarang, Solo saja, namun dilakukan secara menyeluruh di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Kapolda Jawa Tengah juga mengatakan setelah kejadian di Surabaya, polisi di Jawa Tengah siaga satu. Polisi melakukan antisipasi dengan menggelar razia di beberapa titik. Kapolda Jawa Tengah juga menegaskan kondisi Jawa Tengah masih aman.

Tidak hanya kantor Polda Jawa Tengah, penjagaan ketat juga dilakukan di kantor Mapolrestabes Semarang.
Menempatkan polisi bersenjata di pos penjagaan depan, pengunjung yang hendak masuk markas diminta memperlihatkan barang bawahannya.
Penjagaan ketat itu, sangat terasa di pintu masuk Mapolrestabes Semarang, yang tidak seperti biasanya.

Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi di ruang kerjanya, belum lama ini. Menurut Baihaqi tingkatkan pengamanannya ini tidak mengurangi sedikitpun pelayanan publik kami kepada masyarakat.

Penjagaan juga diperkuat petugad bersenjata yang berjaga di pos penjagaan. Juga disediakan juga anjing pelacak bahan peledak di sekitar gerbang masuk . Dikatakan pula oleh Baihaqi bahwa anjing tersebut akan memberi tanda ke petugas ketika mencium bahan- bahan berbahaya.
Kurang lebih ada empat polisi bersenjata berjaga di sekitar area pintu gerbang Mapolrestabes Semarang. Mereka pun dilengkapi dengan rompi antisenjata tajam, untuk mengantisipasi serangan tusukan secara tiba- tiba dari pelaku terorisme.

Sementara Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso, mengcam ledakan bom gereja di Surabaya. Ia mengatakan , terorisme tak bisa dibenarkan apa pun alasannya, terlebih bila mengatasnamakan agama sebagai motifnya.
Abioso juga mengatakan, jajaran polsek juga telah diinstruksikan melakukan langka serupa. Peningkatan pengamanan juga diperluas ke area publik dan juga tempat- tempat ibadah lainnya.

Kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan, tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara- cara kekerasan dalam kehidupan.****( na).

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.