8:43 pm - Tuesday November 20, 2018

Anjing Pelacak Lakukan Pencarian Dengan Dua Sampel.

Semarang-Jawa Tengah. Kasus Pembunuhan
Pengungkapan Tewasnya Ninin di SK, Anjing Pelacak 3 Kali Berhenti Dekat TKP.

Anjing Pelacak Mencari Pelaku Pembunuhan Di Lokasasi Sunan Kuning. Ayu Sinar Agustin alias Asih atau Ninin (23), warga Kecamatan Patebon, Kendal, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan tak berbusana, baru – baru ini.
Dia merupakan penghuni wisma Mr Classic, di Argorejo Gang 3 RT 3 RW 4, Kawasan Lokalisasi Sunan Kuning (SK), Kalibanteng Kulon, Semarang Barat.

Ninin Ditemukan Terbujur Kaku dan Telanjang di SK Sunan Kuning
Tercium Bau Solar dari Tubuh Ninin yang Ditemukan Terbujur Kaku Tanpa Busana di SK Sunan Kuning. Ninin Terakhir Terlihat dengan Seorang Operator Wisma di Lokalisasi SK Sunan Kuning.

Dikatakan oleh, Kapolsek Semarang Barat, Kompol Doni Eko Listianto, korban ditemukan dalam kondisi terlentang, di dalam kamar milik korban.
“Korban ditemukan di kamarnya, dan posisi terlentang, di atas tempat tidur. Kami sendiri juga mendapat laporan dari warga, sekitar jam 14.20 WIB,” jelasnya,baru- baru ini.

Kompol Doni juga menerangkan, sesuai foto yang beredar di dunia maya, kondisi tubuh Ninin melepuh, pihaknya belum bisa menjelaskan.
“Posisi korban masih sama saat ditemukan, karena kami juga masih terus melakukan pemeriksaan, meski belum kami sentuh, karena juga masih harus dilacak menggunakan anjing pelacak, nanti kami informasi lagi,” bebernya.

Sementara itu, pada jam 17.00 WIB, satu anjing pelacak datangi TKP, dan sebanyak tiga kali, anjing pelacak itu melakukan pencarian jejak, hingga ke titik terakhir.

Pada pelacakan pertama, anjing pelacak tersebut berhenti di wisma Barbie Dystro, yang tak lain, wisma itu berjarak empat sampai lima rumah dari TKP, dengan mencium BBM solar, yang ditaruh di botol air mineral oleh petugas. BBM solar itu, dibawa petugas dari kamar Ninin, dimana jasad korban ditemukan.

Kemudian, pelacakan kedua dan ketiga, sebuah tissu putih, dibawa oleh petugas dan dicium oleh anjing pelacak. Anjing pelacak bernama Neal itu, lagi-lagi, berhenti di wisma Barbie Dystro.
Sehingga tiga kali anjing pelacak Neal melakukan pelacakan, tiga kali itu juga Neal berhenti di lokasi yang sama, yakni Barbie Dystro.

Bisakah petugas menangkap pelaku pembunuhan sadis di lokasasi Sunan Kuning Semarang. ( 135 ).****

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.