3:37 pm - Wednesday September 20, 0215

Antara sanksi dan Kesadaran

*OPINI

“ANTARA SANKSI &

KESADARAN”

 

Mencoba mengingat ingat jauh ke puluhan tahun yang lalu………..

Disungai sungai, dirawa rawa, cukup ditepian laut, begitu sangat mudahnya kita mencari dan menangkap ikan untuk dikonsumsi. Itu jelas, tentu saja dikarenakan perairannya masih bersih tidak bercampur banyak jenis kotoran.

Begitu pula udara segar.

Terasa nyaman bila kita menghirupnya dalam dalam, tanpa sedikitpun ada rasa khawatir udara tercemar menyelinap di paru paru kita. Itupun jelas, masih banyak hutan, pepohonan, tumbuhan yang menyerap udara tercemar disekitar kita.

Lebih luas dan bermanfaat pembahasan akan hal hal tersebut, mudah mudahan saja ada PAKAR yang tertarik

lebih jauh mendalaminya kemudian mensosialisasikannya kepada khlalayak ramai guna kemasylahatan umat.

 

Seiring perubahan zaman terikut populasi manusia, pula kemajuan tekhnologi…

Inipun jelas, kita tidak mungkin dapat menahan laju prilaku individu manusia yang cenderung merusak dan kemudian mempengaruhi perjalanan wajar suatu keseimbangan ekosistem kehidupan yang sebagaimana mestinya.

Berbicara tentang peraturan pelarangan lengkap dengan akibat beserta sanksi, terkait dengan suatu perbuatan yang melanggar ketentuan formal, sudah cukup banyak dikeluarkan oleh instansi terkait berupa PERDA dan lain sebagainya.Nyatanya efisiensi kearah kebaikan maupun perbaikan belum mensiratkan hasil yang sebagaimana mestinya.

Sebagai contoh, larangan berikut sanksi membuang sampah sembarangan, merokok ditempat umum, sepertinya tidak berarti apapun, terlalu banyak individu orang perorang dapat dilihat seenak dan semaunya melakukan perbuatan tidak terpuji itu.

Tidak kurangnya pula para berbagai pemuka agama melalui dakwah maupun pencerahan telah menyampaikan akibat baik / buruk sesuatu yang berkaitan dengan makna kebersihan.

Itupun belum berarti banyak pada prilaku masyarakat luas.

 

Sebaiknyalah untuk kita semua warga masyarakat anak bangsa Negeri tercinta ini, memulai berintrospeksi menanamkan kesadaran tentang makna taat dan peduli pada setiap aturan. Bagaimanapun, aturan dibuat adalah guna kebaikan kita bersama.

Sebaik apapun juga system dan aturan yang ada, tanpa ada ketaatan yang bermula dari kesadaran individu, tidak akan ada manfaat yang dapat kita nikmati bagi kita masa sekarang terlebih di masa masa yang akan datang.

Sebaik baiknya sanksi guna penghukuman atas suatu perbuatan pelanggaran, jauh lebih baik bila mengutamakan kesadaran pada setiap individu masyarakat.

 

Sebuah pertanyaan yang cukup terjawab dan dijawab dari dalam hatinurani masing masing kita, dimana keberadaan kita diantara suatu SANKSI dan KESADARAN.

 

salam dari redpel.

Filed in: Kultur Budaya, Pendidikan, PKRI News, Ragam Kejadian

Comments are closed.