3:11 pm - Saturday November 24, 5742

Nenek Berharap Presiden Ri Jokowidodo dan KAPOLRI membaca berita ini Agar Ditindak lanjuti

Pengajuan Isbat Nikah kok Malah Sidang Pencemaran. Tidak sesuai Proses Pengajuan Buku Nikah. PA Balikpapan Ngawur

Pengajuan Isbat Nikah kok Malah Sidang Pencemaran. Tidak sesuai Proses Pengajuan Buku Nikah. PA Balikpapan Ngawur

 PKRI News Kota Balikpapan. 29/11/2016. Kasus pelaporan Hj. Sriatun dan Hj. Rafiah yang talah di terima KSPK Polda Kaltim sejak 2014 silam.

Kasus penyelewengan Segel Tanah ini sudah tercium pihak renata polda kaltim sejak setahun Silam dengan perkara yang melenyapkan ahli waris 2 dan 3 yaknj Hj. Sriatun dan Hj. Rafiah.

Hakim Ketua Persidangan Bp. Amir Husai.

Hakim Ketua Persidangan Bp. Amir Husai.

Kedua Nenek itu adalah disebutkan benar istri kedua dan ketiga dari Almarhum Kakek mereka dalam surat penyataan Waris yang ditanda tangani oleh Camat Balikpapan Tengah dan Lurah serta RT sebagai menyatakan waris dan 3 waris dari 6 anak dari Mimina Bekas istri 1 Almh pemilik segel yang merupakan suami dari Hj. Sriatun dan Hj. Rafiah.

Akibat kasus mereka yang di mainkan oleh aktor makelar kasus maka kedua istri tersebut malah menjadikan hinaan dan fitnahan ketiga waris dari enam waris yang sah itu di meja sidang Pengadilan Agama. Disebutkan bahwa dalam gelar sidang tersebut adalah benar benar tidak sesuai pada proses permohonan kedua nenek tersebut yang mengajukan permohonan Buku Nikah / Isbat Nikah.

Diketahui akibat ulah curang ini maka akan menjerat Notaris yang menerbitkan PJB atau Perjanjian Jual Beli juga Camat dan Lurah beserta RT yang ada bertanda tangan didalam kertas pernyataan ahli waris (berkas sudah ada pelaporan di meja kasubdit renata atau Brigpol Suyanto selaku penyidik)

Nenek Hj. Sriatun yang buta dan tua rentah ini harus mondar mandir KAPOLDA untuk menyelesaikan hak hak dan kewajiban yang semestinya dia terima. Nenek berharap Bapak Kapolda Kaltim Irjend Pol Drs Syariffudin memeerintahakan Sudbit Renata untuk segera menyatakan pelaporan itu dan dilakukan pidana nya sebab waktu tiga tahun bukan waktu yang singkat atau waktu yang kurang banyak buat penyidikan kasus dengan berkas berkas yang lengkap dan kenyataan yang sudah jelas sekali.

Dalam pembicaraan dengan nenek saat team yang dipanggil untuk meliput dan memberitakan suara hati sang nenek ini Hj. Sriatun mengatakan semoga Allah membalaskan kebaikan pihak kepolisian dan orang orang yang telah membantu saya akan penegakan hingga terungkapnya kasus pencemaran dan pemalsuan data juga penggelap copy sertifikat yang digunakan untuk dijadikan pembuatan surat pernyataan waris oleh kecamatan da. Seterus nya dan lain lain ungkapnya.

Nenek juga berharap Bapak Presiden Ir. Joko Widodo mampu membantu kasus ini dan nenek juga memintakan agar berita ini bisa dibaca oleh Bapak Kapolri Jenderal Tito sehingga Kapolri ikut turut menyelesaikan kasus yang saya alami ini ucapnya nenek Hj. Sriatun.(H. Ponidin/TT)

Red:Unandra


 

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.