PKRI INFO – BANGGAI.Ir. H. Amiruddin Tamoreka Bupati Banggai Giat, kegiatan nya dalam kegiatan peresmian Desa Cempaka Wangi. Desa Cempaka Wangi resmi dimekarkan dari Desa Kami Wangi, Kecamatan Toili Barat, Banggai, pada 12 Januari 2026. Pemekaran ini merupakan hasil perjuangan masyarakat selama 14 tahun untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.
Desa Cempaka Wangi memiliki luas wilayah 6,13 km² dengan jumlah penduduk sekitar 1.454 jiwa atau 429 Kepala Keluarga. Desa ini dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa, Rahim S. Muda, selama tiga tahun.
Pemekaran ini diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan publik dan mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Bupati Banggai, Amirudin, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemekaran ini dan berharap Desa Cempaka Wangi dapat menjalankan amanat yang diberikan.
Desa Cempaka Wangi, yang terletak di Kecamatan Toili Barat, Banggai, telah resmi dimekarkan dari Desa Kami Wangi pada 12 Januari 2026. Pemekaran ini bertujuan meningkatkan efektivitas birokrasi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.
*Kegiatan Desa Cempaka Wangi:*
- *Pemerintahan*: Desa Cempaka Wangi dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa, Rahim S. Muda, dengan tugas utama menyusun infrastruktur dasar.
- *Transformasi Digital*: Kecamatan Toili Barat mendorong transformasi digital dengan sosialisasi dan fasilitasi pembuatan website desa untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan layanan administrasi online.
- *Pembangunan*: Desa Cempaka Wangi akan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan meningkatkan akses pelayanan publik.
*Produktivitas dan Efisiensi:*
- *Luas Wilayah*: 631,04 hektare dengan jumlah penduduk 1.454 jiwa (429 Kepala Keluarga).
- *Dukungan Anggaran*: Desa Kami Wangi mengalokasikan 30% anggaran operasionalnya untuk Desa Cempaka Wangi.
Desa Cempaka Wangi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui transformasi digital dan pembangunan infrastruktur.
Harapan nya, Desa Cempaka Wangi kedepannya mampu menjadi desa yang kreatif dan juga mandiri serta sigap juga tertuju dalam penggunaan anggaran desa yang disahkan. Ungkap Ir. H. Amiruddin Tamoreka.
Pewarta/Aisa Umar SIP.

