6:54 pm - Friday December 15, 2017

BRIMOB NTB SIAGA DAN KAWAL AKSI 4 NOVEMBER 2016

injkx

PKRI News-Mataram, 4 Nopember 2016, Satuan Brimob Polda NTB beserta seluruh Jajarannya hari ini melaksanakan kesiap siagaan Sehubungan dengan rencana aksi massa yang akan menggelar aksi unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga telah menistakan agama (4/11) dibeberapa wilayah provinsi NTB, kesiap siagaan ini dimaksudkan guna mengantisipasi perkembangan situasi Harkamtibmas di wilayah hukum Polda NTB dengan menggelar Kesiapan Personel, Peralatan dan Kendaran dimako sat Brmob dan jajaran di kewilayahan, dikatakan oleh Kasat Brimob Polda NTB Kombes Pol Taufiq Hidayat, S.H. kepada Tribratanesntb.com “Penggelaran kesiap siagaan ini adalah untuk mengantisipasi perkembangan situasi harkamtibmas diwilayah NTB hal ini berhubungan dengan rencana aksi Demo di beberapa tempat diwilayah NTB, terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga telah menistakan agama islam, Sat Brimob dan jajaran telah siap dan kita akan mengawal dan menjaga situasi tetap berjalan dengan aman dan lancar, besama Polda NTB dan Kepolisian Kewilayahan dan kami berharap agar masa pendemo tidak bertindak anarki”. Demikian dikatakan, Jum,at (4/11).

Dibeberapa tempat diwilayah NTB hari ini Jum’at (4/11) melalui saluran telpon Tribratanewsntb.com mendapat penjelasan dari AKP Dhanang Prasmoko, S.H. Danki Brimob Sumbawa terkait aksi Demo diwilayah sumbawa dikatakan “Demo disumbawa dilakukan selesai sholat jum,at , aksi unjuk rasa terjadi Sumbawa dengan prakiraan Massa sekitar 800 orang dan melakukan jalan dari masjid menuju ke kantor DPRD Sumbawa dan melakukan orasi, aksi Massa ini merupakan Aksi solidaritas demo damai yang intinya menuntut agar ahok untuk diproses secara hukum karena menista agama dan sekitar pukul 15.08 Wita, selesai memberikan orasi selanjutnya massa membubarkan diri dan kembali diantar ke Masjid dengan menggunakan kendaraan Dinas Bis milik Brimob Polri di antar kembali ke masjid untuk selanjutnya bubar dan kembali ke tempat masing- masing, demo berjalan dengan lancar dan damai serta situasi terpantau aman terkendali” demikian dikatakan.

Sementara itu di Dompu aksi Demo dilaksanakan oleh massa dimulai sekitar pukul 09.00 wita bertempat di bundaran Masjid Agung Baiturrahman Dompu Jln. Jenderal Sudirman Kel Bada Kec Dompu Kab Dompu NTB telah berkumpul 15 orang massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Dompu, sasaran Demo yaitu DPRD Dompu dan Mapolres Dompu poin orasi dari pendemo adalah tuntutan untuk Penjarakan Ahok dan Batalkan Pencalonan Ahok Sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta serta beberpa pernyataan sikap oleh HMI. Selanjutnya sekitar pukul 09.15 wita aksi massa pendemo bergerak dari bundaran Masjid Agung Baiturrahman dan melakukan aksi dengan berjalan kaki menuju pasar Dompu- Lampu Merah Ramil 01-1614/Dompu Jalan Soekarno Hatta dan melakukan orasi utuk selanjutnya membubarkan diri. Siang harinya ditempat terpisah di hari yang sama dengan waktu sekitar pukul 13.10 wita telah berlangsung giat unras terkait pernyataan Gubernur DKI jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok oleh FUI (Forum Umat islam) kab. Dompu demo diikuti sekitar 250 orang. Masa berkumpul di Masjid Raya Dompu, kemudian berjalan kaki dari Masjid Raya menuju pasar atas dompu dan melakukan orasi dari pasar atas dompu kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD Dompu selanjutnya kembali elakukan Orasi dan massa akhirnya tiba di Polres Dompu untuk melakukan orasi sekitar pukul 14.30 wita Kapolres Dompu AKBP JON WESLEY ARIANTO, didampingi para perwira, menerima masa aksi dan berdialog di depan Polres Dompu. Kapolres Dompu menyatakan bahwa pihak Polres Dompu sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat akan mengawal dan menjaga jalannya aksi , serta menghimbau agar para masa aksi bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan dan tidak melakukan tindakan anarkis, setelah mendengarkan atas penyampaian tuntutan pendemo akhirnya sekitar pukul 14.50 wita ust. Muslamin menutup kegiatan aksi unras dan mengajak masa aksi untuk melakukan sholat berjamaah di Masjid Raya Baiturahman kab. Dompu. Dan mebubarkan diri , situasi demo berjalan damai dan aman.

Aksi Demo di Bima NTB digelar sekitar pukul 12:50 wita sesudah sholat jumat masa aksi dari berbagai wilayah kota bima dan kabupaten bima diikuti oleh Forum Umat Islam (FUI) Bima Nusa Tenggara Barat dan Badan Pengurus Perwakilan Komisi Pemantau Sosial Perpolitikan Indonesia (KPSPI), dengan jumlah masa kurang lebih 500 orang Berkumpul dan melakukan sohlat jum’at di Masjid Agung Al-Muwahidin Kota Bima selesai melaksanakan ibadah sholat jum’at, Masa kemudian melakukan aksi dengan konfoi keliling kota bima dengan menggunakan kendaraan R2 dan R4 dengan rute star Masjid Agung Al-Muwahidin Kota Bima dalam perjalannanya banyak masa yang bergabung sehingga menjacapi 900an masa, setelah keliling kota aksi konfoi masa aksi tiba di Mapolres Bima kota Sekitar pukul 14:00 wita dan langsung melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan yang intinya : Mendesak pemerintah khususnya aparat kepolisian agar segera memproses/memenjarakan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang telah melakukan penistaan agama dan melecehkan agama islam, orasi dilakukan kurang lebih 30 menit untuk selanjutnya masa aksi membubarkan diri dari Mapolres bima dengan aman dan tertip dan kembali menuju Masjid Agung Al-Muwahidin Kota bima.

Sementara di Mataram, aksi Demo dilakukan 2 (dua) tahapan dimana aksi unjuk rasa pertama pada pukul 09.00 Wita oleh Himpunan Mahasiswa islam (HMI), masa yang berjumlah sekitar 60 orang ini menyampaikan orasinya di depan Mapolda NTB. mereka menyampaikan tuntutan agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secepatnya memberikan sanksi tegas atas dugaan penistaan agama yang di lakukan. Karo Ops Kombes pol Drs. Dewa Putu Maningka Jaya selaku perwakilan dari pejabat di Polda NTB menemui masa aksi untuk mendengarkan tuntutan  yang dibacakan oleh perwakilan Masa. Aksi unjuk rasa ke dua dilakukan Usai umat muslim melaksanakan ibadah Sholat Jum’at, sekitar pukul 14.40 Wita dengan jumlah massa sekitar 70 orang oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda NTB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) yang dalam menyampaikan tuntutannya yang sama dengan aksi pertama namun aksi kali ini sedikit bersitegang dengan pihak kepolisian namun akhirnya berhasil diredam, demo di mataram kali ini berakhir sekitar pukul 16.45 Wita , setelah menyerahkan tuntutan mereka ke pihak Kepolisian, masa langsung kembali dan dikawal  kembali ke titik kumpulnya dan kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Kegiatan aksi demo masa secara umum terpantau berjalan dengan tertib lancar dan aman itulah seharusnya masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dengan tidak melakuka anarki menjaga komunikasi dan tidak cepat terprovokasi sehingga menjadi harapan masyarakat tentang arti demokrasi bahwa damai itu indah dan mari jadikan NTB ini menjadi Provinsi yang masyarakatnya cinta damai serta tetap menjaga toleransi antar umat beragama dan jadikan NTB sebagai acuan daerah lain dalam menjaga harkamtibmas yang aman, damai dan tentram.(***)

Red:Unandra

Filed in: Kultur Budaya, PKRI News

Comments are closed.