9:13 am - Thursday July 19, 2018

Cabut perda karaoke yang mengupayakan untuk penutupan karaoke.

RADAR PKRI JATENG, PATI. Aksi demo pekerja Hiburan, Panti Pijat dan Karaoke mengakibatkan buruknya dampak yang terjadi, ribuan masyarakat AJAIB berdemonstrasi minta kebijakan PERDA yang diberlakukan, dalam kesempatan ini Para Pekerja Panti Pijat, Pub, Bar dan Karaoke memberikan suara untuk kebijakan postif pemerintah daerah dan menuarakan aspirasi mereka hingga peran pariwisata tidak menjadikan citra buruk bagi daerah tentunya. Kerja satpol pp pati mendapatkan suara buruk, Para  AJAIB PATI meminta Jangan ada tindakan dari satpol sebelum perda di revisi dan pihak AJAIB MENYATAKAN tegakkan perda perda yang lain. kita ingin dibina bukan di binasakan, tapi ditata sebagai produk pariwisata. dengan harapan tuntutan bisa dipenuhi.

Riyoso S,Sos selaku Plt kasatpol PP “mengatakan untuk keberadaan kami, bahwa dari dewan komisi A dan D. Kita adalah satuan satpol pp yang sah. jangan ada persepsi buruk kedepan kepada SATPOL PP, Perda dibuat tapi tidak bisa di tegakkan bagaimana jadinya. Sebagai putra pati adalah sebuah keharusan untuk menjaga dan menguatkan, sementara itu selama ini satpol seperti lemah di mata masyarakat.

Kami bukan gladiator, kita ingin kerja yang baik. kami tidak ada tendensi yang lain dan doakan kita kuat untuk PATI satu Seruan dan Satu Tujuan.

Terkait hal revisi perda itu saya persilahkan dipertanyakan kepada dewan dan kepada Bapak Bupati Keresidenan PATI dengan perwakilan dunia usaha dan perwakilan yang diutus. besok kami rencana melakukan penutupan karaoke sementara. tegas Suroso S,Sos.

Hadi santoso “kami sebagai penegak perda harus menjalankan tugas dasar kami saling menghargai saling menghormati tahapan kami mulai dari sosialisasi, teguran teguran. Untuk kewenangan tentang kebijakan perda tentunya sepenuhnya adalah kewenangan satpol pp, kami tidak bisa menjanjikan karena yang menentukan adalah kepala daerah jadi UPD harus koordinasi dulu. kalau saya pribadi tetap memikirkan rakyat, ungkapnya.

Gule selaku lawyer dari karaoke *meminta sikap dewan untuk memberi kebijakan, supaya bisa menghentikan dulu sementara, bila tidak diputuskan maka akan mengganggu banyak kepentingan. Kalau tidak diputuskan kita akan lanjut aksi.

Awi komisi menjawab kami serahkan kepada satpol pp. apakah permintaan bisa dipenuhi dan untuk usulan revisi perda akan kita tampung karena perda bukan kitab suci.

Riyoso menambahkan” saya haya petugas, bila itu perda harus kita jalankan. Kalau besok batal untuk penutupan maka kita yang menjadi korban.

Dalam audensi semakin hangat. akhirnya dari perwakilan pengusaha dan pekerja karaoke memutuskan untuk menunggu ketua DPRD kabupaten hingga datang ***(biropati).

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.