2:59 am - Thursday November 15, 2018

Cegah Banjir di Wilayah Timur, Wali Kota Semarang Perintahkan DPU Tutup 3 Muara Sungai.

Semarang. Jawa- Tengah.
Wali Kota Semarang, Hendrar PrihadiĀ  Penanganan masalah rob dan banjir terus digenjot Pemkot Semarang.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, upaya penanganan tersebut dengan melakukan revitalisasi dan normalisasi sungai-sungai yang ada di wilayah timur yaitu Sungai Sringin, Babon, Tenggang dan Banjir Kanal Timur (BKT).

Untuk mengefektifkan upaya normalisasi agar banjir dan rob tidak merendam wilayah timur Kota Semarang, tiga sungai yaitu Sungai Sringin, Tenggang dan Babon, telah ditutup bagian muaranya. Sehingga hal itu dapat mencegah masuknya air laut ke darat atau rob.
“Sungai Tenggang, Sringin, Babon muara sungainya sudah ditutup, mestinya tidak ada persoalan lagi dengan rob di wilayah timur atau Genuk,” kata Hendi, sapaannya, baru- baru ini.

Menurutnya, dengan ditutupnya tiga sungai tersebut, diperlukan konstruksi teknis untuk menangani genangan air di darat yaitu dengan pemasangan pompa dan rumah pompa.
Hanya saja, saat ini pompa yang sudah disiapkan saat ini baru Sungai Sringin.
“Tetapi sampai dengan hari ini, baru bagian pompa khususnya di Sringin yang terpasang. Jadi sisanya akan kita selesaikan secepatnya, begitu pompa itu sampai di Semarang dan akan kita minta kontraktor untuk memasang dan menyelesaikan,” jelasnya.

Pemasangan pompa di bagian muara sungai tersebut merupakan bagian dari penanganan masalah banjir yang menjadi langganan di wilayah timur Kota Semarang khususnya di Kecamatan Genuk dan sekitar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Iswar Aminuddin juga menyatakan, menghadapi musim penghujan, pihaknya telah melakukan revitalisasi dan normalisasi sungai yang menjadi hulu beberapa titik sekunder saluran di wilayah Kota Semarang.
Beberapa sungai tersebut diantaranya, Sungau Tenggang dan Sringin yang berada di wilayah Timur Kota Semarang.

“Intinya secara bertahaplah. Saya kira Tenggang, Sringin selesai, Banjir Kanal Timur selesai, untuk wilayah itu selesai juga bersamaan. Cuma memang pada beberapa titik-titik yang terkait saluran-saluran sekunder harus kita normalisasi,” kata Iswar.

Iswar menambahkan, diharapkan beberapa proyek besar program pengendalian banjir lainya seperti normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) dan Kali Sringin dan Kali Tenggang, serta normalisasi saluran sekunder di beberapa titik jalan protokoler Kota Semarang akan selesai bersamaan dan pada tahun 2019.

“Iya, bersamaan dengan revaitalisasi di BKT. Walaupun BKT selesai, Tenggang selesai, Sringin selesai tapi kalau daerah cekungan maupun saluran sekundernya tidak kita normalisasi tetap terjadi genangan,” ujar Iswar.
Di sisi lain, lanjut Iswar, kaitan dengan banjir yang terus melanda wilayah timur terjadi lantaran beberapa area di wilayah tersebut berbentuk cekungan. Hal ini mengakibatkan airnya tidak bisa mengalir ke sungai.

Untuk mengatasi hal itu, Iswar mengklaim pihaknya tengah menyiapkan pembangunan sejumlah polder di wilayah timur yang tersebar di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, Genuk dan beberapa kawasan timur lainnya.
“Tapi untuk fisik tahun depan kita sudah mulai mengerjakan yang muktiharjo kidul,” pungkasnya. (135)****.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.