11:40 am - Saturday November 18, 2017

Dampak media sosial terhadap ketahanan nasional.

PKRI Investigasi – Nasional. Jakarta, Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A membuka Round Table Discussion (RTD) Tim Kerja Aktual III mengenai Antisipasi Dampak Perkembangan Media Sosial Guna Membangun Perilaku Masyarakat dalam Rangka Ketahanan Nasional yang dimoderatori oleh Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Sosial Budaya Prof. Dr. Sudaryono, S. U di Ruang Kresna Lt.IV Lemhannas RI, pada Rabu (07/10).

Media sosial memiliki dampak yang positif membawa manfaat dalam pertukaran informasi secara cepat dan akurat, namun di sisi lain dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang akan berpengaruh secara langsung atau tidak langsung seperti penyebaran ideologi radikal, pornografi, perdagangan narkoba, organized crime dan sebagainya yang dapat melunturkan ketahanan nasional.

“Intinya perlu dikembangkan pemanfaatan media sosial seoptimal mungkin untuk mempengaruhi perilaku manusia Indonesia agar lebih kompetitif, mandiri dan bisa menjaga diri dari pengaruh-pengaruh negatif”, ujar Sarlito Wirawan Sarwono dalam paparannya.

Sementara, Dr. Ir. Andi Zainal Abidin Dulung, M. Const, M.Sc memaparkan bahwa setidaknya ada empat elemen bangsa yang harus berkontribusi aktif dalam penguatan karakter bangsa yaitu pemerintah yang dapat menjadi wahana pembangunan karakter bangsa, sekolah  melalui tenaga pendidiknya memiliki kompetensi, skill yang tinggi dan penguasaan materi yang diajar, peran orang tua yang harus disadari oleh masyarakat, dan insan media yang menyajikan informasi yang mendidik dan menuntun.

“Melihat tantangan kebangsaan yang akan dihadapi perlu didorong dengan adanya pendidikan karakter dan jati diri bangsa sejak dini, negara berperan dalam memberikan solusi cerdas untuk menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, perumusan situs-situs yang memiliki dampak negatif terhadap media sosial, edukasi penggunaan media sosial secara berkesinambungan, pembentukan lembaga cyber nasional, dan mawas diri dari berbagai pengaruh negatif yang masuk ke media sosial”, pungkas Budi Susilo Soepandji.

Dalam kegiatan diskusi tersebut hadir sebagai pembicara Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dr. Ir. Andi Zainal Abidin Dulung, M. Const, M.Sc., Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Ir. Bambang Heru Tjahjono, M.Sc., dan Guru Besar Psikologi Sosial Sarito Wirawan Sarwono, Psikolog. Sebagai Penanggap Anggota Komisi X DPR RI Dra. Popong Otje Djundjunan, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Dr. Hadiono Afdjani, M.M., M.Si., Guru Besar Komunikasi Universitas Indonesia Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si., Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman, penanggap floor Sekretaris Utama Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H, Deputi Pengkajian Strategik Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr, Tenaga Ahli, Tenaga Profesional serta Staff Struktural  Lemhannas RI.

Rabu, 07 Oktober 2015 15:21
Filed in: Hukum Kriminal, Pendidikan

Trackbacks/Pingbacks

  1. poker uang asli - October 24, 2015

    …Take a look for more Information on that topic

    […]I am not positive where you are getting your info, however good topic.[…]