2:56 pm - Thursday December 14, 2017

dana distribusi beras raskin membebani rakyat, diduga ada dana talangan yang dimanfaatkan dalam pendistribusian nya.

PERS PKRI CADSENA SUMSEL, OKU. Raskin masih saja di buat ajang bisnis oleh oknum pemerintah Team Investigasi dan Satuan tugas khusus MB PKRI CADSENA Kab. OKU TIMUR mendapatkan keterangan masyarakat & perangkat desa langsung di lapangan, raskin sampai ke masyarakat dengan harga 40rb /zak atau Rp 2.666./kg nya, RT ambil ke kades dengan harga RP. 38rb desa setor ke kecamatan Rp 27rb/zak, 15kg, para kades setempat menjelaskan bahwa semua itu SUDAH keputusan dari hasil rapat kecamatan, bahkan raskin di daerah sungai TUHA Martapura OKU TIMUR.

menjadi pertanyaan rapat apakah yang dapat menentukan harga kebijakan negara dalam ketentuan harga raskin yang sudah ditetapkan negara sehingga dirapatkan ulang oleh pra kades dan camat untuk menentukan harga pasar raskin ini ????? Minta Bupati perhatikan kenerja kerja dilapangan dari camat hingga ke kades kadus. sebab disinyalir ada harga kebijakan baru yang muncul dari nominal variatif harga beras raskin ini.

jika memang ini kebijakan pemerintah maka sebaiknya pemerintah memikirkan ulang kemampuan raski dalam tujuan dan sasaran nya sehingga kisaran harga beras raskin yang seyogya nya rp. 1.600/kg menjadi hampir Rp. 2.666/Kg, harga ini sangat fantastik sekali dibandingkan harga acuan RASKIN Program PKM sebelumnya MENKOKESRA. Dok/Team-TRE.

Program Pemerintah Pusat jangan menghilangkan bentuk dan makna kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat, jika begini kesejahteraan itu tidak dihitung dalam proposal program kerja kementerian atau program kerja Presiden dalam jabatannya sebagai Presiden atau Eksekutif tertinggi di Negara ini. Presiden JokoWidodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pada Rapat Terbatas 16 Maret lalu, telah diputuskan program pemberian beras untuk rakyat miskin (raskin) akan diganti dengan voucher pangan yang akan disampaikan langsung kepada rumah tangga yang menjadi sasaran.

“Voucher ini dapat digunakan untuk menebus beras dan/atau telur atau bahan pokok lainnya, di pasar, di warung, di toko pada harga yang berlaku,” kata Presiden Jokowi dalam pengantar Rapat Terbatas (ratas), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/7) petang.

Harapan Presiden, dengan mereformasi ini, rakyat yang belum sejahtera dan belum mampu akan memiliki lebih banyak pilihan dengan bisa membeli sembako di pasar atau toko dengan kualitas yang lebih baik. Serta juga bisa memperoleh nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat namun juga protein, misalnya telur…:

Awal 2017 Diterapkan, Program Raskin Akan Diganti Voucher Pangan

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.