3:37 pm - Sunday September 21, 1670

David Rumagesan Pemain Sexofone Black Brothers Meninggal Dunia.

RADAR PKRI PAPUA, JAKARTA – Peniup saxophone band legendaris asal Papua Black Brothers, David Rumagesan, meninggal dunia di RS Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (24/2/2018). David memiliki nama asli Abdullah Junus itu meninggal dalam usia 73 tahun. Ia lahir di Bintuni (waktu kolonial Belanda bernama Stengkol), Papua Barat Stengkol, 10 Mei 1954. Dari seluruh personil Black Brothers yang berjumlah 6 orang, tiga diantaranya berwarga negara Belanda yakni Yochi, Amry dan almarhum Hengky MS. Sementara Benny Betay dan Stevie Mambor berwarga Negara Australia. Nah, pria yang telah mempunyai tujuh orang cucu ini yang berwarga Negara Indonesia.

Tahun 1973, setamat SMA di Sorong, David sempat melanjutkan sekolah musik ke Akademi Musik Indonesia (AMI) yang kini namanya Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. Sayang tidak tamat. Di sini terungkaplah fakta, dari enam personil grup band legendaris itu hanya David Rumagesan mencicipi sekolah musik, sementara lima lainnya belajar musik secara otodidak.

Di tengah-tengah kesibukan bersekolah musik, dirinya mendapat panggilan dari rekannya bernama Hengki MS, Yochy Patypeiluhu dan Benny Bettay yang telah menunggunya di Jakarta untuk bergabung dalam grup band Black Brothers. Tahun 1976-1978 ia juga menulis lima lagu di antaranya empat lagu etnik dan satu lagu bahasa Indonesia, masing-masing “Gadis Billiard”, “Mange-Mange”, “Humbelo”, “Saman Doye” dan “Amapondo”. Lagu yang sempat melejit kepermukaan yakni “Humbelo”, “Mangge-Mangge”, “Dirunina”, “Amapondo”, “Sajojo 1”, “Sajojo 2”, serta “Fifi Weni”.

Dalam album Those Shocking Shaking Days:Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970–1978 I (2011), “Saman Doye” dari band Black Brothers adalah lagu yang menonjol. Ia tak memakai lirik bahasa Indonesia atau Inggris, melainkan bahasa Papua.
Pengamat musik Taufiq Rahman terpukau oleh “Saman Doye.” Ia terkesan karena tak menyangka di Papua tahun 1970-an ada band yang memainkan funk-rock sama baiknya dengan band funk yang berjaya di era 1960-1970-an, War.

Black Brothers (1976) adalah grup band beranggotakan delapan pemusik asal Papua, yakni Benny Betay (bass), Jochie Phiu (keyboard), Amry Tess (trompet), Stevie MR (drums), Hengky Merantoni (lead guitar), Sandhy Betay (vokal), Marthy Messet (lead vocal), Agus Rumaropen (vokal) dan David Rumagesan (saxophone). Andi Ayamiseba melengkapi formasi grup band yang beraliran musik pop ini sebagai manajer.

Black Brothers merilis album perdana mereka “Kisah Seorang Pramuria (Vol. 1)” tahun 1976 dengan label Irama Tara di Jakarta.

Selamat jalan, David!

(tulisan ini dikutip dari berbagai sumber-afif)

RED-BUNDA RATU KOHODA.

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.