3:06 pm - Sunday September 26, 5688

Diduga Mursalin Mempersulit SK TKHD Kab MUBA.

Sebak 58 orangutan TKHD mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muba tinjauan untuk review Minta Kepastian, lantaran Kepala Dinas Perkim Kabupaten Muba, H. Mursalin, SE, lempar batu Sembunyi serbi. Kamis, (13/04/2017).

“Pak Mursalin lepas serbi Terhadap Kami, beliau TIDAK Ingin menandatangani SK Kami, Saat ditanyakan Kapan Kami akan dipanggil, gede besaran mengatakan nunggu Kontrak diperpanjang ATAU TIDAK, kami disuruh nunggu dari bulan Satu Sampai Sekarang Belum ada Kepastian. parties Sedangkan BKD menjelaskan DAPAT memperkerjakan Kami Ke Instansi lain, SK Harus ditandatangani oleh Mursalin”, terang shalat Satu TKHD, Dandi S, SE, ditunjukan ditunjukan ditunjukan ditunjukan ditunjukan ditunjukan kepada awak media yang yang yang yang yang yang Yang Saat diwawancarai.

TIDAK Hanya ITU, TKHD rata-rata Sudah mengabdi 7 Sampai 11 Tahun di Pemerintahan also berpesta bahwa menjelaskan BKD Muba dan Dinas Perkim terkesan saling lempar Keputusan Seakan lepas Dari tanggung jawab. “Selama Kami Belum dipanggil untuk review BEKERJA, Banyak Tenaga kerja Yang baru MASUK di dinas tersebut”, ujar Dandi.

Menanggapi HAL ITU, media awak menemui Kepala Dinas Perkim H. Mursalin, SE, Mursalin Media pun menyuruh awak untuk review Konfirmasi Langsung Ke BKD Muba. “Konfirmasinya Ke BKD, Wawancara Langsung DENGAN BKD, BKD yang pantas Menjawab segmen ITU”, ujarnya DENGAN Singkat SeolAh membungkam.

SEMENTARA ITU, Kepala BKD Sunaryo, S.STP., Menjelaskan bahwa Dinas Perkim Muba sedang Overload, Kecil dinasnya, Jadi Nanti akan dialihkan Ke Perangkat Daerah lain Dan TIDAK diberhentikan.

“Terkait Mursalin Belum menandatangani SK karena masih mengurus administrasi keuangannya dan masih Menunggu Sesuai Aturan. Secepat mungkin TKHD ITU akan dipekerjakan Kembali di Instansi lain, Berlangganan adanya pegawai baru Yang kerja Disana Saya TIDAK tahu, BKD Hanya mengontrol Jangka Waktu”, terang Sunaryo. (Wcamelia).Redaktur:Unandra

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.