8:58 am - Monday July 22, 2019

Dikelola Mandiri, Tempat Ini Diyakini Bisa Jadi Solusi Permasalahan Zonasi Sekolah.

PKRI Investigasi – JATENG, Bupati Pati Haryanto hari ini hadir dalam Milad ke-70 Pondok Pesantren Raudlotul Ulum serta Haul ke-41 Mbah Suyuthi Abdul Qodir Jaelani yang berlokasi di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Pati.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya bisa hadir tiap tahun di kegiatan ini.

“Menjadi pondok pesantren sebesar ini, tentunya bukan dalam sekejap. Namun melalui proses yang panjang. Sebagai kepala daerah, saya selalu menyempatkan hadir apabila ada acara seperti ini”, ujar Bupati.

Menurut Haryanto, pondok pesantren seperti ini adalah merupakan aset. Sebab, mengelola jumlah santri sebanyak 6.000 orang tidaklah mudah.

“Apalagi mengelola dengan kemandirian, tanpa mengharap bantuan – bantuan. Sebab, dari Pemkab sendiri memang belum banyak memberikan bantuan, hanya sebatas bantuan operasional BOS yang nilainya belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah santri yang ribuan. Oleh karena itu saya bilang, ini merupakan hal yang luar biasa”, tegasnya.

Haryanto menjelaskan, ini semua demi mendidik anak bangsa. Mendidik anak dari luar daerah, bahkan luar pulau. Untuk mendapatkan pendidikan budi pekerti yang baik, pengetahuan agama yang baik demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Selain itu, juga sebagai salah satu solusi atas regulasi sistem penerimaan siswa melalui zonasi yang anak – anaknya tidak mendapat sekolah. Apabila tidak ada pondok pesantren semacam ini di Kabupaten Pati, maka akan sulit memberikan pembelajaran serta penerapan ilmu di bidang keagamaan”, tegasnya.

Oleh karenanya, Bupati Pati menegaskan bahwa pihaknya selalu mendukung dan memberikan motivasi agar pendidikan di pondok pesantren Raudlatul Ulum semakin berkembang pesat.

Selain dihadiri Bupati Pati, kegiatan ini juga diikuti oleh Kapolres Pati, Kepala Kemenag Pati, Pengasuh Pondok Raudlatul Ulum KH. Muh. Najib Suyuthi, KH. Luthfi Absul Hadi, dan Duta Besar Mesir untuk Republik Indonesia, YM Amr Mouawad.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Raudlatul Ulum KH. Muh. Najib Suyuthi mengatakan bahwa di tahun ajaran yang baru ini, jumlah pendaftar di ponpes Raudlatul Ulum mencapai 1.000 siswa.

“Dengan jumlah sebanyak itu, kita berupaya memberi solusi, kita berkhidmah untuk agama, nusa dan bangsa. Dengan pendidikan pengetahuan dan keagamaan yang kita berikan, kita berharap lulusan kita benar – benar menjadi ahlus sunnah wal jama’ah, Islam yang nusantara”, tegasnya.

Pihaknya mengungkapkan, dalam mengembangkan kampus atau pondok pesantren pihaknya tidak pernah meminta – minta bantuan. Terlebih meminta – minta dengan membawa – bawa proposal.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.