2:21 pm - Wednesday November 22, 2017

DISARPUS BANDUNG BARAT RAYAKAN HARI BUKU SEDUNIA.

DISARPUS BANDUNG BARAT RAYAKAN HARI BUKU SEDUNIA,

Hj, Euis Suryati MSi – apresiasi bagaimana mengembangkan dan meningkatkan minat baca.

MABES PERS PKRI. KBB -DISARPUS Kab. Bandung Barat dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan (Himaka) Fikom Unpad kembali merayakan Hari Buku Sedunia. Rangkaian kegiatan ini dimulai melalui sosialisasi “Book Charity” dan Menghadirkan berbagai pengiat literasi yang diselenggarakan 5 TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di daerah Bening Saguling, Bandung Barat, acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap literasi buku.

Kepala Disarpus Kab. Bandung Barat, Hj. Euis Suryati, M.Si mengatakan, bahwa gerakan ini adalah sebuah pengembangan dari program Disarpus Kbb membangun literasi TBM. Menurutnya, kegiatan ini adalah sebuah apresiasi bagaimana mengembangkan dan meningkatkan minat baca. katanya keterlibatan Himaka, dalam kegiatan ini merupakan bukti bahwa apresiasi yang dilakukan Disarpus Kbb tidak sederhana yang dikira.

Euis menyatakan, ini bukan hanya ceremonial. Baginya perlu terus dikembangkan, agar tingkat membaca anak-anak Bandung Barat bisa lebih berkembang dari tahun-tahun sebelumnya.
“Dengan diapresiasi oleh Himaka adalah perkembangan yang signifikan. Mereka sudah menemukan metode yang baik dalam membaca, mereka sudah paham buku-buku dan mereka sudah memahami bahwa membaca bukan hanya teks book,”Ungkapnya.
Lanjut Euis mengatakan semua ini “untuk meningkatkan minat baca” terutama anak-anak, masih rendah. Memfasiltasi anak-anak dengan buku diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan mereka untuk meng-eksplorasi dunia membaca dan menulis.’ Dibawah binaan DISARPUS Kab. Bandung Barat.

Taman Baca Masyarakat (TBM) ada 55, Per-pustakaan Desa, Perpustakaan Sekolah, Comonitas, dan di setiap UPT Puskesmaspun ada. Tambah Dia
Kegiatan book charity dilakukan dengan mengumpulkan sebanyak mungkin buku yang akan disumbangkan kepada anak-anak.

Jessica menilai, minat membaca masyarakat Indonesia, terutama anak-anak, masih rendah. Memfasiltasi anak-anak dengan buku diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan mereka untuk meng-eksplorasi dunia membaca dan menulis. ungkap Jessica Prisilia selaku Ketua Himaka.
“Alhamdulilah total buku yang berhasil dikumpulkan sebanyak 500 eksemplar, didapat dari sumbangan panitia, dosen, fakultas, jurusan, penerbit dan masyarakat.
Bukan hanya anak-anak, Himaka juga berusaha meningkatkan literasi buku kepada mahasiswa melalui rangkaian talkshow yang dibagi atas dua sesi. Sesi pertama bersama Suherman dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta Prasetyo Amirulloh dan Yasmine Shafa Kamila, yang menjadi Abang-None Buku Provinsi DKI Jakarta.
Dilanjutkan dengan sesi kedua yang diisi dengan bedah buku bersama Bernard Batubara dan buku terbarunya yang berjudul Elegi Rinaldo, serta Fahd Pahdepie dengan bukunya yang berjudul Angan Senja Senyum Pagi
“Penulis yang berhasil adalah yang berhasil berada di irisan antara ‘himpunan’ dunia penulis dan ‘himpunan’ dunia pembaca, serta berhasil membuat aha momen,” ujar Fahd membagikan tipsnya.

Bernard dan Fahd berbagi banyak inspirasi seputar pengalaman menjadi penulis serta ulasan sekilas mengenai buku keduanya yang baru saja terbit.
“Sangat menyenangkan melihat orang masih peduli pada buku, terutama teman-teman mahasiswa. Sangat menggembirakakan,” ungkap Bernard.
Selanjutnya Fahd juga menekankan bahwa peran buku sekarang ini telah menjadi alat komunikasi lintas generasi. Buku dapat mendokumentasikan gagasan serta mentransfernya kepada generasi selanjutnya.
Kedepannya, Bernard berharap acara seperti ini dapat melibatkan lebih banyak orang, sehingga lebih banyak masyarakat yang mengetahui bahwa budaya membaca itu sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat.Red-RT.Rondo

Filed in: Pendidikan

Comments are closed.