3:06 pm - Thursday September 26, 5478

“Dua Pelaku Penyeludupan BBM di Bekuk Polres Siak”

Mabes Pers Pkri Siak, RiauKamis, 13-04-2017. Praktek penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium berhasil dibongkar oleh jajaran Polres Siak. Modus penyelundupan BBM ini adalah disusup melalui sungai. Dalam penggerebekan tersebut aparat Kepolisian berhasilĀ  mengamankan dua orang pelaku.

Menurut Kapolres Siak AKBP Restika P Nainggolan mengatakan, penggerebekan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini dibongkar di tepian sungai Siak Kampung Teluk Masjid Kec. Sungai Apit.

Dari hsil penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku yang masing – masing berinisial AF(22) dan JP (12) yang ternyata masih berstatus pelajar. Selain itu , petugas Kepolisian juga menyita barang bukti berupa BBM jenis premium sebanyak 65 jerigen, 15 jerigen kosong, satu keranjang dan tiga unit sepeda motor pengangkut BBM tersebut.

Penggerebekan bisnis BBM ini adalah berawal dari laporan dari masyarakat bahwa adanya peredaran BBM yang didapat dari kapal di tepian sungai.

Selain itu disita pula 15 jerigen kosong, satu keranjang dan tiga unit sepeda motor pengangkut BBM tersebut. Terciumnya bisnis ilegal ini, sambung Restika, berawal dari informasi terkait adanya peredaran Bensin yang didapat dari kapal di sungai.

Dilanjtkan Kapolres Siak bahwa modus dari bisnis ini adalah BBM diambil dari kapal lalu diangkut pakai pompong ke pinggir sungai.

Dari keterangan kedua pelaku, sebanyak 65 jerigen BBM ini diakui milik dua orang lelaki berinsial IZ dan BD. Sampai saat ini pihak Kepolisian masih menelusuri keduanya.

Aturan hukum untuk menjerat penyelundup BBM terdapat dalam UU No.10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Pada Pasal 102 UU ini dinyatakan bahwa barang siapa yang mengimpor atau mengekspor atau mencoba mengimpor atau mengekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan ini dipidana karena melakukan penyelundupan dengan pidana penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

Jika para penyelundup tidak dihukum berat, mereka dapat melakukan aksinya. Apalagi dalam aksinya itu tidak mustahil para penyelundup justru bekerja sama dengan ‘orang dalam’ atau oknum Pertamina. Kongkalikong inilah yang menyebabkan para penyelundup itu leluasa melakukan aksinya.(Unan)

Redaktur:Unandra

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.