4:43 am - Wednesday August 22, 2018

Forum Rektor Indonesia Sikapi Radikalisme di Kampus.

RADAR PKRI JATENG – SEMARANG. Ketua Forum Rektor Indonesia ( FRI) Prof Dr Yos Johan Utama mengatakan, berencana dalam waktu dekat ini mengundang serta mengumpulkan para rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia melalui forum yang saat ini sedang dipimpinnya.

Yos mengaku memiliki harapan besar dari penyelenggaraan diskusi FRI tersebut, ada pencerahan dan dapat semakin mendalam langkah atau upaya apa saja yang bisa dilakukan secara bersama- sama agar paham radikalisme tidak semakin menggerogoti masuk perguruan tinggi.

Bukan lantaran kampus yang saat ini dianggap oleh Badan Nasional  Penanggulangan Terorisme ( BNPT) RI, masuk ke dalam 7 perguruan tinggi negeri yang telah terpapar paham radikalisme, melainkan ingin mengajak diskusi guna bersama- sama  bisa menyelesaikan masalah bangsa tersebut.

Seperti diketahui bersama belum lama ini. Direktur BNPT Hamli memberikan pernyataan apabila hampir seluruh perguruan tinggi negeri ( PTN ) sudah terpapar paham radikalisme.

Menurutnya, dari data BNPT itu, pihaknya dan para pimpinan universitas lainnya bisa tahu secara pasti siapa orangnya dan bagaimana cara- cara terduga itu dalam menggerakkan atau menyusupkan paham radikalisme

ke kampus.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan  Lembaga Universitas Islam Negeri ( UIN) Walisongo Semarang Dr Musahadi mengatakan, apa yang disampaikan oleh BNPT RI bukan pada persoalan setuju atau tidak setuju, sependapat atau tidak sependapat.

Meskipun lanjut Musahadi, masing- masing perguruan tinggi memiliki intensitas yang berbeda. Pasca reformasi dimana kran keterbukaan itu sungguh luar biasa dalam menggrojoki negara Indonesia.

Tetapi lebih kepada persoalan bagaimana perguruan tinggi menyadari hal itu dan melakukan langkah kongkret untuk mencari solusinya. Benih- benih pemikiran anti Pancasila di perguruan tinggi itu memang nyata.

Sedangkan Rektor Universitas Negeri Semarang ( Unnes) Prof Dr Faktur Rokhman mengatakan, apabila pernyataan BNPT dapat dibaca berdasarkan dua perspektif. Pertama, sebagai bagian gaya tutur peringatan.

Kedua, lanjutnya pernyataan itu juga bisa dibaca sebagai informasi. Apabila itu informasi, perlu percaya jika data yang mendukung pernyataan tersebut memang kuat.

Tetapi tidak bisa digeneralisasikan. Sangat yakin, tak sedikit perguruan tinggi yang masih bersih serta kondusif sehingga paham seperti itu susah masuk.

Memang tidak bisa menampik diri apabila ada perguruan tinggi dimana mahasiswa dan  dosennya cenderung berpandangan radikal. ( na)****
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.