6:58 pm - Friday December 15, 2017

Gubernur SULTARA Nur Alam SE di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan nikel .

Nur Alam SE yang telah di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan nikel .

Penerus Perintis – SULTARA. Kendari. Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam SE yang telah di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan nikel di dua kabupaten di Sultra, selama 2009 hingga 2014.

Nur Alam memiliki harta kekayaan yang masuk dalam 10 besar rekening gendut pejabat daerah

BERIKUT DATA KEKAYAAN NUR ALAM

Dari data Radar Investigasi 10/7/2017 yang dihimpun dari berbagai sumber antara lain. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), menyebutkan, Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam memiliki harta yang fantastik mencapai Rp30.956.084.995.

Nilai Jumlah tersebut terdiri dari harta tak bergerak dan harta bergerak. Antaranya, harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan bernilainya Rp22.105.602.000 yang berada di Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra, dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Dan harta kekayaan yang bergerak sebesar Rp2.010.000.000. Terdiri dari mobil Nissan Terrano 2001 Rp150 juta, Toyota Corolla Altis 2003 Rp100 juta, Suzuki Swift 2008 Rp110 juta, Mercedez Benz 2008 Rp800 juta, Toyota Alphard 2006 Rp350 juta dan Jeep Wrangler 2010 Rp500 juta.

Harta bergerak lainnya terdiri dari logam mulia dan barang seni senilai R

p195 juta. Nur Alam juga memiliki surat berharga senilai Rp80 juta. Giro dan setara kas lainnya sebesar Rp6.550.182.995. Nur Alam juga punya piutang Rp195.089.311 dan hutang kartu kredit Rp209.700.000.

Dari Tahun 2016, KPK sudah melirik Nur Alam dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pasalnya, Nama Nur Alam masuk 10 kepala daerah yang memiliki rekening gendut.

Pada Agustus 2016. Dari hasil temuan PPATK terdapat transaksi mencurigakan sebesar USD4,5 juta di rekening milik Nur Alam. Uang tersebut diduga berasal dari pengusaha tambang asal Taiwan bernama Mr Chen. Uang tersebut ditransfer dalam 4 tahap dalam bentuk polis asuransi melalui bank di Hong Kong. 2016 Nur Alam sudah pernah ditetapkan sebagai tersangka dan kemudian kasusnya sempat madet

Kali ini Nur Alam terjerat kembali dengan dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan yakni dengan menerbitkan SK Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan dan Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi, SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB)

Melalui KPK, Ahli IPB menyebut kerugian negara yang timbul dari perbuatan Nur Alam sekitar Rp 3,4 triliun. (Andi/red)

radarinvestigasi.com

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.