1:03 pm - Wednesday August 22, 2018

Jaringan teror di Yogyakarta dibekuk pada hari Sabtu jam 17.30 Wib.

PERS PKRI JATENG – JOGYAKARTA. Akibat adanya kejahatan teror Suhu Kota Jogyakarta meningkat, Ketika akan dilakukan pengejaran untuk penangkapan terhadap 4 orang target teror yang mengendarai sepeda motor Supra dan Sepeda motor NMax. yang dalam kejadiannya 2 orang target mengendarai NMax hingga menyerang anggota dengan menggunakan senjata tajam, kejadian itu dilakukan target dari arah belakang sehingga mengenai bagian punggung belakang anggota polisi, akibat hal itu selanjutnya anggota tersebut lari menyelamatkan diri dan Kemudian kedua target tersebut dikejar oleh tim dan saat pengejaran itu target lari ke arah rumah warga, dan tak lama kemudian salah satu target berlari keluar dengan mengarahkan sejanta tajam ke arah tim penangkapan sambil mengacungkan senjata tajam dan berteriak Allahuakbar.

Dalam jarak dekat tim melakukan penembakan karena 1 target tersebut mengayunkan senjatanya ke seorang anggota yang memang telah bersiap untuk melumpuhkan para target.
Pada saat yang bersamaaan, 2 orang Target lainya yang mengendarai KR2 Supra juga menyerang dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam kepada anggota yang ada dan penyerangan ini alhasi mampu mengenai tangan petugas yang kemudian juga dengan terpaksa petugas kembali melakukan penembakan kepada kedua target sehingga tewas ditempat.
dalam peristiwa ini didapatkan beberapa Identitas target teror yang meninggal dunia akibat tembakan timah pasa petugas yakni sebagai berikut 1. SUTRISNO 2. ABDUL SAFEI 3. GHANIY RIDIANTO dan yang satunya masih dalam pengejaran dikarenakan melarikan diri.
Identitas terget teror yang melarikan diri kearah perkampungan warga sudah diketahui bernama : BASUKI RAHMAT dan hingga saat ini masih dilakukan pengepungan/pengejaran.
Jenasah ketiga tersangka teroris sudah di bawa ke RS Bhayangkara Jogja dan anggota yg terluka dibawa ke RS utk ditangani. beserta beberapa barang bkti yang diamankan.
Red-Nikolaas
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.