8:09 am - Wednesday December 19, 2018

Kehidupan Sosial Budaya dan Karakter Elemen dalam Supramasi Hukum.

Penegakan Supramasi Hukum dalam Elemen Masyarakat dan dalam Kehidupan Sehari Hari.

RADAR PKRI SUMBAR.  Limapuluh kota. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penegakan supremasi hukum di tengah kehidupan sosial budaya dan karakter di setiap elemen berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Hal ini di sampaikan Setia Budi SH. MH dalam acara pemantapan paralegal Nagari Sarik Laweh Kec. Akabiluru Selasa (12/12).

Dalam kesempatan tersebut, juga dihadiri Muspika Akabiluru, Wali Nagari Sarik Laweh Melda Putra dan segenap tokoh masyarakat, pemuda, ninik mamak (pemangku adat) serta Bundo kandung. Lebih jauh Setia Budi menjelaskan, bahwa terjadinya permasalahan, pelanggaran yang dikategorikan memenuhi aspek hukum, perlu disikapi secara khusus, sementara pelanggaran yang sifatnya tidak terpenuhi unsur kriminal dapat diselesaikan secara hukum adat.

Di Minangkabau terbentang nya hamparan sawah, ladang maupun perbukitan merupakan peninggalan warisan nenek moyang yang disebut Pusako tinggi, aturan yang berlaku dalam pengelolaan tanah Pusako tinggi tersebut dilaksanakan secara hukum adat. Namun adanya pertumbuhan masyarakat tidak boleh semena mena untuk menebang kayunya, ini jelas sudah melanggar Undang-undang tentang Ilegal loging maupun undang-undang agraria maupun tentang kehutanan.

Dalam kesempatan itu Setia Budi juga mengupas tentang maraknya di tengah kehidupan sosial masyarakat tentang pernikahan siri, pernikahan yang tidak tercatat di secara peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga bila terjadi kekerasan dalam rumah tangga nya, hal tersebut tidak dapat dikategorikan KDRT. Pemahaman hukum adat, hukum agama dan hukum positif yang tertuang di KUHP, KUHPERDATA untuk memberikan rasa aman,nyaman dan berintegritas, imbuh Setia Budi.

(Red-mardianto).

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.