7:14 pm - Friday December 15, 2017

Kejaksaan Menunggu kelengkapan Berkas SPDP Dengan Tersangka Tiga Orang Kasus Perencanaan Penggelap dalam Tuntutan Pasal 262 Ayat 1 dan 2.

Pemohon penetapan pengesahan isbad nikah di PA Kota Balikpapan.

PKRI Investigasi – KALTIM, Kota Balikpapan. Kasus pengelapan dan penipuan marak ditahun 2017 ini, dalam data kepolisian daerah Kalimantan Timur tercatatat Kasus yang masuk dan dalam proses penanganan dimulainya penyidikan, dalam hal ini kasus pengelapan segel tanah Atas nama Alm. Haji Pandang dengan Surat Waris kepada Hj. Sriatun dan Hj. Rafiah.yang dilakukan oleh Adik Alm Haji Pandang bernama Bandong dengan Anak nya Hj Siti Aisah dan Siti Ana. mereka dengan ketiga dari enam anak istri pertama Hj. Mominah yakni Siti Norma, Siti Ameni dan Siti Aminah melakukan pemalsuan data dengan membuatkan surat kuasa waris dari Kelurahan dan Kecamatan yang sebelumnya diketahui dan ditandatangani oleh Ketua RT. sehingga Gordio Argo dengan Kuasa Hukumnya Subandi melakukan transaksi jual beli tanah dihadapan Notaris Nuraini Uti SH Kota Balikpapan.

dengan kejahatan ini kini ketiga tersangka sudah masuk dalam daftar untuk diadili dan dihukum, namun surat SPDP itu menurut keterangan Jaksa Rina dan Norma masih harus dilakukan kelengkapan berkas lagi dimana masih ada yang kurang lengkap ujar Totop yang mendatangi kantor kejaksaan kota balikpapan tersebut. diterangkan bahwa kasus ini sudah berjalan selama kurang lebih tiga tahun atau 365 hari x 3.

Phak keluarga yang sebelum sudah merasa tenang kembali merasa kecewa, dimana dalam proses penahan dan pemeriksaan yang didalam tata tertib dan aturan bahwa pihak kepolisisn memiliki waktu 120 hari untuk menyelesaikan hasil pemeriksaan perkara dan segera melimpahkannya ke Kejasaan guna penuntutan dan pembacaan vonis oleh hakim pengadilan.

Kanis 23/Maret kuasa penggugat kembali dipanggil brigadir suyatno setrlah tiga tahun penyidikan perkara. Jariah berharap berkas akhir adalah kerja terbaik polri dalam kasus gugatan sriatun dan rafiah.

Filed in: Hukum Kriminal, Investigasi PKRI

Comments are closed.