6:08 am - Wednesday December 19, 2018

Kenaikan harga BBM sudah sesuai dengan keadaan dan kondisi Negara. Jangan arahkan kedalam wacananya pilpres.

Jakarta – DKI. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden  Ali Mochtar Ngabali  meminta Wakil Ketua Umum Gerinda Arief Poyuono tak mengaitkan penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dengan pemilihan presiden 2019.

Pernyataan Arief Poyuono yang menyebut bahwa penundaan kenaikan harga premium karena kepanikan Jokowi yang takut kalah di Pilpres 2019 dinilai Ngabalin tak berdasar.

“Ngawur itu, suka enggak fokus dia [Arief], kucing mati saja salah Jokowi,” kata Ngabalin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (10/10).

Ngabalin menuturkan Presiden memiliki pertimbangan untuk menunda kenaikan harga premium. “Tak usah berkomentar yang aneh-aneh dengan menyerang Jokowi, semakin Jokowi diserang, semakin banyak orang yang senang dengan Jokowi,” katanya.

Disampaikan juga, bahwa terkait kenaikan harga minyak mentah dan kondisi indonesia saat ini maka harga minyak di SPBU dinaikkan dari harga satuan awal. Ungkapan sambil menerangkan bahwa hal ini juga sudah disampaikan secara langsung pada media televisi.

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.