6:47 pm - Monday December 17, 2018

KERUKUNAN SUKU DAYAK MERATUS KOTABARU “JANGAN GANGGU MAKAM NENEK MOYANG KAMI”

RADAR PKRI KALSEL, Kota Baru. Pihak Kerukunan Masyarakat Dayak Meratus Duduki Makam Nenek Monyang mereka untuk menjaga dan menjaga kelestarian Lahan Makam Nenek Moyang Mereka,  dalam Postingan Facebook banyak natizem yang mendukung sikap Ketua Umum Bubuhan Dayak Meratus antara lain : Jangan diserahkan lahan tersebut benda-benda bersejarah dan lahan perkuburan hal-hal tersebut perlu dilestarikan hargai adat dan budaya setempat pak boss Sebut Yosef Sabinu dalam balasan Pesan foto facebook, dan juga dari Irvan :  Hidup dayak,, semoga yang mau gusur di kasih karma yang setimpal. dan ada juga dari suku dayak lain yakni Sartika Ewen “Jangan sampai di beri izin, perjuangkan tanah nenek moyang kita. Saya suku dayak punan. ketusnya dalam balasan facebook terkait lahan adat dayak meratus.

Hal senada diucapkan oleh penerima mandate PKRI CADSENA KALSEL Totop Troitua, menyebutkan bahwa tanah hilayat adat ada tertuang dalam peraturan pemerintah sejak zaman belanda dalam hal ini memang melalui proses pernyataan adat untuk menjual atau menggunakan tanah adat tersebut dan proses jual belinya juga tidak sebagaimana menjual lahan tanah negara atau tanah bersertifikat.

Spanduk ucapan itu sudah sangat berkenaan menurut beberapa sumber dari pihak pertanahan, dan memang semestinya jual beli lahan adat harus melalui prosesi adat yang diperkenakan dan menjadi duduk bersama dari beberapa kalangan baik golongan maupun perwakilan hingga pemerintah setempat dan BPN setempat juga pihak DPRD sehingga menjadikan mencegah munculnya pihak pihak yang berkopeten.

ketua Dayak Meratus mengatakan kami tetap akan menjaga tanah Makan Nenek Moyang kami dan akan mengajukan tuntutan kepada pihak PT. MINAMAS hingga titik darah penghabisan “Banteng Meratus”

RED-Toto SH/Fantriansyah.

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.