3:24 am - Thursday October 24, 2019

Kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur (Bartim).

MABES PERS PKRI – Barito Timur (Bartim) Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dalam mengontrol peternakan di wilayah Bartim khususnya dengan mensurvei ketersediaan bahan pangan.

Dari hasil peninjauan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bartim melalui bidangnya mensurvei di beberapa titik wilayah ternak yang ada di kabupaten Barito Timur. Survei yang di lakukan dari peternakan ayam potong maupun ayam petelur untuk memprediksi kesediaan atau stock yang dimiliki Kabupaten Bartim dalam mengantisipasi kekurangan bahan di bulan Rahmadan menjelang hari Raya Idul Fitri.

Pemilik dan pengelola peternakan Pikri (42) tahun warga Desa Bentot mengatakan bahwa selama menjalankan usaha peternakan ayam potong yang juga bekerja sama dengan pihak perusahaan mendapatkan hasil yang cukup baik dan tidak pernah merasa rugi.

“Kita bersyukur selama menjalankan usaha ini mendapatkan hasil yang memuaskan”, ucap Pikri saat di wawancarai awak media kemarin di lokasi peternakannya. Kamis (09/05/2019).

Pria peternak asal sulawesi tersebut mengatakan, menurutnya dalam 1 tahun bisa mencapai lebih 5 kali panen, dan kapasitas kandang dengan jumlah ayam pada saat ini mencapai 3000 ekor, sedangkan dari jumlah yang mati ayamnya rata-rata 120 ekor dan masih mendapatkan keuntungan.

Pikri menambahkan, “dengan usaha seperti ini di luar dari ayam yang kita panen ada hasil dari kotoran ayam tersebut, yang pada umumnya bisa menjadi pupuk dengan pencapaian 40 karung sekali panen dengan nilai 10-15 ribu perkarung”, jelasnya.

Ir. Riza Rahmadi, MM selaku Kepala Dinas Pertanian mengatakan bahwa perlu adanya pengontrolan di setiap titik wilayah peternak untuk dapat dikalkulasi jumlah dan stok agar ketersediaan bahan pangan khususnya ayam ataupun telur menjelang hari raya dapat di perhitungkan.

“Kita melakukan survei di beberapa titik lokasi ternak yang kiranya dapat menyediakan bahan pangan dari hasil ternak daging maupun telur”, ucap Riza.

Riza juga mengatakan bahwa keterbatasan penyediaan pangan menjelang hari raya harus di kalkulasi terlebih dahulu untuk stok di wilayah Bartim khususnya.

Menurutnya ini perlu dilakukan agar ketersediaan bahan pangan bisa dikalkulasi untuk persiapan yang harus disediakan menjelang hari raya Idul Fitri, karena pada umumnya menjelang hari raya masyarakat banyak menggunakan bahan pangan tersebut seperti ayam potong ataupun telur.

Adapun dari hasil survei di lapangan untuk stok bahan pangan seperti ayam potong maupun telur mungkin kita bisa mengantisipasi kekurangan atau keterbatasan di wilayah kita tentang ketersediaan pangan tersebut dan seandainya kita mengalami kekurangan itu pun bisa disamakan harganya standar pada umumnya.

“Kedepannya kita Dinas Pertanian dan peternakan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas petani maupun peternak yang ada di wilayah Bartim agar dapat membantu perekonomian di wilayah kita sendiri”, pungkasnya

Red Baritone Pos (Ycp/Adi/Red).

By Elsa Susan

Filed in: PKRI News

Comments are closed.