2:24 pm - Wednesday November 22, 2017

Kisah Pilu Nenek Hajjah Sriatun dan Hajjah Rafiah di Kota Balikpapan

Si Nenek Menandatangani Cap Jari pada surat permohonan Kuasa Kepada Nama Totop Troitua ST MSi

Si Nenek Menandatangani Cap Jari pada surat permohonan Kuasa Kepada Nama Totop Troitua ST MSi

Radar PKRI, Balikpapan. Sebut saja Rafiah. seorang nenek yang telah rentah kini dimakan usia dan semakin menampakkan kelesuhan dan kesedihan. sedih meratapi nasib hidup yang telah tiga tahun menghadapi masalah kasus lahan warisan yang diterima nya dari Almarhum Haji Pandang.

kasus tiga tahun yang mendem akibat pihak terlapor memainkan peran peran yang dapat dikatakan tidak senonoh dan sangat menjengkelkan serta menghina dan merendahkan seorang nenek Hajah Sriatun dan Hajah Rafiah.

berawan dari pertemuan sang nenek dengan Almarhum di tahun 1967 dimana sang Suami Almhum Haji Pandang yang sebelumnya adalah telah berkenalan dengan Mominah yang dikemudian dikisahkan telah ditinggalkan pada tahun 1985. namun dalam perjalanan itu Hajah Sriatun yang pertama sebelum Hajah Rafiah hidup bersama sama dengan Almarhum Haji Pandang. hingga akhirnya ditahun 1997 Alm dan kedua Istrinya berencana membeli sebidang tanah berukuran 1.5HA di wilayah Kilo 6 Jl. Soekarno Hatta dan akibat dari pada niat niat jahat yang berencana untuk menggelapkan hak hak Nenek maka pihak nenek melalui kuasanya Jahria yang merupakan Cucu dari Alm. Mominah Istri Pertama Almarhum Haji Pandang yang telah diceraikan tahun 1985 ini melayangkan pelaporan kasus ini tiga tahun lalu yakni di tahun 2014 hingga kini menjadi batu dalam ruan kasubid Renakta Dirkrium Polda KALTIM.

Rafiah yang yang tahu benar bagaimana penderitaan yang dialaminya selama merawat haji Pandang

Pengajuan Isbat Nikah kok Malah Sidang Pencemaran. Tidak sesuai Proses Pengajuan Buku Nikah. PA Balikpapan Ngawur

Pengajuan Isbat Nikah kok Malah Sidang Pencemaran. Tidak sesuai Proses Pengajuan Buku Nikah. PA Balikpapan Ngawur

(Almarhum). dikisahkan sebagaimana layaknya suami istri Rafiah merawat Almarhum Haji PAndang hingga tutup usia, banyak kisah haru yang dilakukannya dan dialaminya, dimana sang Rafiah harus mencuci pakai Almarhum Haji PAndang Juga harus membersihkan badan hingga menemani dan membersihkan kotoran yang keluar dari tubuh Almarhum Haji Pandang. Namun semua itu hilang dihantam badai meja perseidangan Pengadilan Agama Kota Balikpapan.

Totop Troitua yang merupakan salah satu kuasa Nenek untuk membantu menjalankan Penyelesaian permasalah ini juga harus mendapatkan hantaman dari pihak Kepala Pengadilan Agama yang manda dalam sharing dimaksud melalui Panitera Muda Muda Pengadilan Agama memberikan saran agar sebaiknya untuk permohonan tersebut pihak pemohon yang tidak bisa lagi dengan baik baca tulis agar menggunakan Saksi Hakim yang merupakan Hakim Pengadilan Agama Kota Balikpapan untuk menjadi pemohon yang bertandatangan dalam surat permohonan itu, namun memang badai belum berlalu, saat itu juga Ketua Pengadilan Agama Kota Balikpapan memberikan tegoran keras dengan mengatakan bahwa pihak Ketua Pengadilan lah yang dapat menentukan siapa yang ditunjuk sebagai Hakim untuk permohonan Nenek tersebut.

tak hanya itu, Ketua pengadilan juga menyangka akan hal nya surat pengantar KUA surat tidak terdafta Nikah nya Nenek yang merupakan salah satu item kelengkapan sebagai pengajuan permohonan isbat nikah dimaksud.

banyak pendapat dan penyampaian mengatakan bahwa sesungguh nya jika melihat sang nenek yang merawat almarhum haji pandang hingga lima tahun penderitaan sakit nya itu maka dengan sendiri nya maka segala apa harta benda yang dimilki nya bisa saja langsung menjadi milik si nenek dengan jalan diturunkan atau juga bisa saja dikatakan Hibah / waris.Doc-Totop

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.