4:19 am - Wednesday July 18, 2018

Gereja Yang Tergusur VS Warung Remang Remang “KEMENAG MANDUL”.

PERS PKRI RIAU – PEKANBARU. Masih ingat berita viral Gereja Diaspora di Provinsi Riau yang ditutup oleh Pemerintah dan kaum intoleran?  Nah,  Gereja itu hingga kini tak bisa difungsikan lagi oleh karena masyarakat dan Pemerintah setempat tidak setuju dengan pendirian Gereja.

Alasannya Pemerintah daerah setempat adalah karena lokasi pembangunan Gereja berada di daerah yang mayoritas warganya beragama Islam dan di pusat keramaian. Lebih Ribut mana Gereja dengan Masjid Broo!!!!! Ketus Warga yang ditanyai oleh Team Investigasi.

Kini Gereja GBI Diaspora masih dan hanya bisa menumpang di rumah salah satu jemaat yang jauh dari keramaian. “Untuk saat ini kami belum dapat membeli tanah untuk lokasi yang diijinkan oleh Pemerintah setempat,  dan kami masih menumpang beribadah di rumah salah satu jemaat saat ini,” ujar Pendeta Sukani Mandofa.
Warga Gereja GBI bisa beribadah di lokasi lain yang jauh dari keramaian, tetapi di rumah warga. “Kami sudah diizinkan kok beribadah ke lokasi sepi, tapi yang menjadi pertanyaannya, nanti kalau sudah ramai di lokasi yang disetujui masyarakat itu, apakah tidak ada lagi penggusuran setelah ramai?,” katanya.
Menjadi ironis adalah ketika Gereja  ditutup oleh kaum intoleran dan didukung oleh Pemerintah setempat, sementara warung remang-remang dekat kantor Camat dan PJR (Polisi Jalan Raya) dibiarkan Pemerintah beroperasi. Malah terkesan dilindungi, sehingga warung remang-remang itu bebas beroperasi.
Salah satu warga yang tidak bersedia disebut namanya,  mengkritisi Pemerintah karena hingga saat ini warung remang-remang di jalan Lintas Besar Km 39 Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir – Riau,  dekat kantor Camat dan PJR tetap beroperasi. “Sangat aneh ya,
Bapak Camat tahu penutupan gereja di Balai Jaya tapi warung Remang-remang dekat kantornya sendiri ‘mosok’ tidak tahu?,” ujarnya.
Sementara itu Camat Balai Jaya, Samsuir, Sabtu (7/7/2018) mengakui adanya warung remang-remang yang beroperasi di jalan Lintas Besar Balai Jaya. “Itu soal warung remang-remang dekat Kantor PJR ya di KM 39, nanti saya koordinasi sama Satpol PP,”ujarnya.
Ditanya wartawan mabes-pkri.or.id kenapa gereja yang jelas-jelas tempat orang beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa diganggu dan diusir, sementara warung remang-remang dibiarkan menjamur ? Camat Balai Jaya, Samsuir hanya menjawab secara singkat dan cenderung menghindar. “Aduh jangan gitulah”, kata Samsuir mengakhiri pembicaraan.
Red-(Mangasa Situmorang)
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.