10:09 am - Saturday October 20, 2018

Masyarakat Simalungun. Bijak Minta Transparansi Penggunaan Dana Desa “ADD”

MABES PERS PKRI – SUMUT. Simalungun, Pembangunan Desa kini semakin menjadikan desa sebagai bagain dari sasaran terjadinya pembangunan yang menjadi Program Pemerintah Pusat dan daerah, Hal ini dengan diturunkannya kucuran dana desa tiap tahunnya dan dipergunakan guna pembangunan sarana dan prasarana pembangunan desa untuk kemakmuran rakyat desa.

Dalam investigasi Team kali ini didapatkan pembangunan jalan utama desa yang berlokasi di Desa Nagori Marihat Butar Kec. Bosar Maligas baru baru ini mendapatkan sebuah proyek desa garapan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa dengan kegiatan Rapat beton dan parit penampang air yang di bangun dengan dana desa tahap I tahun 2017.

Dari pasangan 250m x 150m x 15cm telah menghabiskan semen sebanyak 265 sak, mobil x5kubik dan 40 ton krikil menurut keterangan pihak pelaksana proyek. hal ini masih menjadi pertanyaan bagi team dalam kwalitas beton yang disampaikan. apakah emang seperti ini nilai kelayakan campuran rapat beton yang diharapkan? jika iya apakan menggunakan campuran K175 dengan kwalitas 1:2:3 yakni 1 sak semen, dua sak pasir dan tiga sak kerikil.!!! mohon pengawasan desa diaktifkan kembali dan para pemerhati pembangunan desa tidak disalahkan demi terwujudnya pemerintah desa yang bersih dan bebas KKN.

Dalam investigasi kali ini team memaparkan sebuah kelalaian pihak pemerintah desa dan badan pemberdayaan masyarakat dalam hal volume tinggi rapat beton yang didapatkan pada hasil investigasi yakni 12,5CM apakah besaran volume tinggi coran rapat beton sudah 15CM? dari gambar didapat hanya sebesar Volume 12,5CM saja. ada apa dengan temua ini. apakah ini memang standart yang diinginkan atau volume 2,5CM merupakan keuntungan bagi pihak pelaksana perkerjaan atau Kontraktornya.

Parit pasangan yang juga didapat oleh temua teammenjadikan sebuah tanda tanya besar dan merupakan pemborosan anggaran saja, sebab dari hasil pembahasan team kepada pimpinan umum Media PKRI disampaikan bahwa pengecilan volume jalan tidak mesti menjadikan parit ditimbun atau tidak diperguanakan, namun parit dapat saja ditutup oleh coran bsehingga badan jalan tidak berubah lebarnya dan atas parit tetap dapat diperguanakan sebagai median jalan juga.

Team menyimpulkan bahwa parit yang di timbun TERYATA dari gambar 100m yang di bangun 50m. Setelah di komfirmasi pangulu S mengatakan Itu bukan proyek saya ujarnya, itu punya Pak Rawi Damanik, sebab pangulu S di Lantik November 2017. pengerjaan parit dilaksanakian Januari 2018 dan karena tidak sesuai dengan kebutuhan terhadap besaran badan jalan yang menjadi kecil, mengakibatkan luas badan jalan menjadi 2m pada perhitungan bulan Juli 2018 menjadi 1,5m maka parit ditimbun timbun kembali sepanjang 20m dan dibongkar memakai dana desa 2018. bukankah ini pemborosan dan akankah dana pelaksanaannya dikembalikan kepada pihak desa jika tidak semua dana itu dipergunakan.

Dalam pemberitaan kali ini menuai banyak kegagalan pelaksanaan pekerjaa diluar kwalitas beton juga hasil yang didapat telah rusak sebelum masanya habis atau masa pearawatan jamina pemeliharaan habis. sebab team medapatkan adanya badan jalan yang sudah retak (Terlihat pada gambar temuan team).

Masyarakat memintakan pemerintah desa dapat dipercayaan dan tidak menutup mata akan hal hal yang msih menjadikan tanggung jawabnya sebagai pemerintah desa, bebaskan desan dari Hal KKN dan tingkatkan semangat kerja pemerintah desa menuju desa yang madani dan menjadikan tauladan bagi pemerintah daerah, bukan menjadi badan yang menghabiskan uang negara yang bersumber dari masyarakat luas tentunya.

Pimpinan UmumĀ  minta pihak kejaksaan baik melalui seksi intelnya dapat turun kelapangan untuk melihat kebenaran dan pemberitaan ini dan pihak seksi pidana khusus untuk mederah dan atau memidanakan kecurangan kecurangan yang dilakukan oleh badan pemberdayaan masyarakat dan juga pemerintah desa.

RED-Sofian/TopTroi

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.