3:37 pm - Thursday September 20, 9612

Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat dalam Berlalu Lintas guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas diwilayah Hukum Polda Sumatera Utara.

RADAR PKRI SUMUT – MEDAN. Kamis tanggal 01 Maret 2018 pukul 08.30 Wib bertempat di lapangan KS.Tubun Mapolda Sumut dilaksanakan Operasi Keselamatan Toba 2018. Irup dalam apel Operasi Keselamatan Toba 2018 Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan dihadiri Gubernur diwakili Staf Ahli/ Naoval Mahyar, Pangdam I/BB diwakili staf ahli Bidang Hukum Kolonel Infantri Martohap,S, Kajati diwakili Kabag TU Dhamabella Tymbas, SH, MH, Ketua Pengadilan Tinggi diwakili Sazilli, SH, MH, Danlantamal diwakili Dan Pom Lantamal I/ Letkol Laut Cholid Bambang Wahyudi, Pangkosek Marsma TNI Tribowo Budi Santoso,MM, Ka BNNP Brigjen Pol Marsauli Siregar, Kabinda Brigjen TNI Agus Hermawan. Dengan Thema *“Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat dalam Berlalu Lintas guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas diwilayah Hukum Polda Sumatera Utara “*.

Amanat Kakor Lalu Lintas Polri yang dibacakan oleh Kapolda Sumut mengatakan Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya sehingga kegiatan Operasi berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Lalu Lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu Negara, sebab itu pemeliharaan Kamseltibcarlantas sangat penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara, maka keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas merupaka suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern. Oleh sebab itu Polri khususnya Polantas bersama Stake Holder dan pemerintah bertanggung jawab untuk kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UU Nomor 2 tahun 2009 tentang LLAJ. Untuk menciptakan kamseltibcarlantas perlu melaksanakan Operasi Kepolisian di Bidang lalu lintas untuk mewujudkan Negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya maka dilaksanakan Operasi Keselamatan Toba-2018. Data pelanggaran lalu lintas berupa *Tilang tahun 2016 sebanyak 6.272.375 kasus dan tahun 2017 7.42.481 kasus kenaikan trend (15,47 %), Teguran tahun 2017 sejumlah 3.225.098 pelanggaran dan pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau ada kenaikan trend (31 %), Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian dan pada tahun 2017 sejumlah 98.419 kejadian atau ada penurunan trend (-7 %), Korban meninggal dunia tahun 2016 sejumlah 25.859 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 24.213 orang atau ada penurunan trend (– 6 %), Korban luka berat tahun 2016 sejumlah 22.939 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 16.159 orang atau ada penurunan trend (-30%), Korban luka ringan tahun 2016 sejumlah 129.913 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 115.566 orang atau ada penurunan trend      (-4%) dan Kerugian    rupiah     tahun     2015     sejumlah  Rp. 226.416.414.497,- dan pada tahun 2016 sejumlah Rp. 212.930.883.536,- atau ada penurunan trend (-6%).*

Kita menyadari, bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab   dalam  membina  dan memelihara  kamseltibcarlantas. Amanat undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan adalah bagaimana untuk : 1. Mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) 2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas 3. Membangun budaya tertib berlalu lintas 4. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Ke 4 point di atas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang diterima dan dijalankan oleh semua pihak. Diharapkan jajaran korlantas polri mampu mempersiapkan langkah – langkah antisipasi baik secara taktis teknis maupun strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang mantab. Untuk menindaklanjuti kebijakan nawacita presiden republik indonesia yang dijabarkan dengan program prioritas kapolri yang disebut program promoter (profesional, modern dan terpercaya).

Para peserta apel gelar pasukan, pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2018 kali ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara lain : 1. Melawan arah lalu lintas   khususnya kendaraan motor (r2); 2. Menggunakan handphone waktu mengemudi; 3. Berboncengan lebih dari 1 (satu); 4. Berkendaraan belum cukup umur.

Dengan dilakukan penegakan hukum berupa teguran terhadap sasaran prioritas tersebut, maka pelaksanaan operasi keselamatan ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu:

  1. Meningkatnya disiplin masyarakat  dalam berlalu lintas di jalan raya;
  2. Meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas;
  3. Menurunnya tingkat fatalitas   korban kecelakaan lalu lintas;
  4. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas;
  5. Terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang pelaksanaan pilkada wilayah Sumatera Utara tahun 2018.

Penekanan dan arahan untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas yaitu :

  1. Selalu bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa;
  2. Jaga keselamatan anda dalam pelaksanaan tugas;
  3. Peningkatan disiplin anggota polantas dan terwujudnya pelayanan polantas yang bersih dari korupsi , kolusi dan nepotisme;
  4. Terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas.

Demikian sambutan saya, semoga tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan perlindungan, petunjuk dan bimbingannya kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas  pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.