8:35 pm - Tuesday November 20, 2018

Menuju Diskusi Publik Honorer Indonesia DPD RI 19 September 2018.

“Honorer”
$ : mabes pers pkri

HONORER, identik dengan tenaga kerja atau pekerja pada instansi pemerintah dan atau instansi lainnya, dan mendapatkan upah sebagai imbalan pengabdiannya yang tidak berkepastian jelas atau mengambang diruang abu abu, guna menghadapi masa depan setelah purna bakti.

Tentang berapa besaran jumlah tenaga honorer yang ada pada saat ini, sementara dikesampingkan dulu. Hal mana suka tidak suka akan berkaitan dengan besaran anggaran dlsb terikut aturan yang sedianya memang tidak merupakan kapling pembahasan asal asalan saja. Sebaiknya mari kita sepakati saja tentang hal itu.

Tentang tulisan ini, hanyalah merupakan analisys sederhana yang didasari pengamatan dari beberapa wawancara spontanitas atas beberapa narasumber dan secara umum memberikan jawaban berupa ungkapan rasa keprihatinan.

Beragam usia dan masa pengabdian yang telah mereka lalui mengundang tanya, mengapa ? Ada apa ? Bagaimana bisa ? (Sepertinya tidak nampak dipermukaan akan rasa keprihatinan mereka)
Pertanyaan pertanyaan sesederhana itu yang bila kita mau menggalinya lebih dalam, sedianya dapat menggelitik perhatian para penentu kebijakan.
– Terlanjurkah mereka ?
– Kesulitankah mereka mendapatkan pekerjaan lainnya ?
– Lingkungan kerja mereka terasa nyaman ?
– Hanya sekedar ingin mendapatkan identitas ?
– Terasa bangga menjadi abdi Negara ?
SERING KITA DENGAR SUATU UNGKAPAN : ” JANGAN TANYAKAN APA YANG DAPAT DIBERIKAN OLEH NEGERIMU, TETAPI TANYAKANLAH APA YANG DAPAT KAU BERIKAN KEPADA NEGERIMU”

Rasa rasanya ungkapan dari negeri Paman Sam itu telah begitu melekat dalam jiwa dan fikir para HONORER kita.
Lantas, SAMPAI KAPAN ?

Filed in: Infotainment

Comments are closed.