9:19 am - Thursday July 19, 2018

BANYAK MIRAS DI SUNGAI BEDUK, TOMAS JAFAR ANGKAT BICARA

RADAR PKRI KEPRI BATAM. Minuman keras atau miras, merupakan minuman yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik itu kesehatan jasmani maupun rohani. Atau kesehatan jiwa dan raga. Oleh karenanya, miras itu mesti di tiadakan.

Banyak warga masyarakat, merasa resah dengan beredarnya minuman yang bisa membuat diri dan otak pikiran tidak sadar ini. Dan ketika otak pikir sudah tidak sadar, apapun bisa di lakukan oleh para peminum miras.

Sungguh ngeri dan membahayakan bagi kehidupan si peminum maupun lingkungan sekitarnya minum ataupun tinggal. Miras mesti di berantas. Jangan sampai beredar luas dimana – mana atau marak di sekitar kita.

Terkait maraknya miras di wilayah Sungai beduk yang sudah meresahkan sebagian warga, Tokoh masyarakat Sungai beduk, Muhamad Ja’far Ayubi angakat bicara. Dirinya merasa prihatin dan meminta para tomas peduli.

” Terkait masalah miras ini, saya berharap dan minta kepada para tomas yang ada di Sungai beduk, untuk peduli terhadap lingkungannya masing – masing. ” Kata Ja’far Ayubi di rumahnya, pada Kamis / 25 April 2018.

Di katakan oleh Ja’far selanjutnya bahwa, pada satu tahun yang lalu, dia pernah menyampaikan permintaannya itu, kepada salah seorang RW, yang warganya menjual miras, dimana anak – anak juga bisa membelinya.

” Saya sudah pernah menyampaikan ke salah seorang RW yang warganya jual miras. Anak – anak bisa juga membelinya disitu. Dan bahkan bisa juga minum sekalian di situ. Waduhhh. ” Lanjut Ja’far lagi merasa prihatin.

” Namun sayangnya, tidak ada tanggapan sampai sekarang. Saya ingin, misal, RW lapor ke Lurah, nanti Lurah menegur, dan seterusnya para pihak terkait, kalau RW tak berani negur warganya. Kan Begitu. ” Harapnya.

” Dan bagi para kedai miras, kalau yang beli masih anak – anak, apalagi anak – anak di bawah umur, ya jangan di kasih beli lah. Ya kaan. ” Kata Ja’far, yang di iya kan oleh rekannya yang juga Tomas, Suparno. ( ViviNDO ).

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.