3:37 pm - Monday September 21, 7931

Pengadilan Negeri Semarang Vonis Bebas Windi Hiqma Ardani Direktur PT Sofia Sukses Sejati.

PERS PKRI JATENG -SEMARANG.  Migrani Care menyesalkan hasil putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang terkait putusan bebas Direktur PT Sofia Sukses Sejati, Windi Hiqma Ardani. Windi dinyatakan bebas, baru-baru ini dari kasus tindak pidana perdagangan orang yang berkaitan pengiriman tenaga kerja Indonesia ( TKI ) ke luar negeri.

Hakim mengabaikan fakta dan keterangan saksi. Sudah jelas, apa yang dilakukan oleh terdakwa ini memenuhi unsur tindak pidana perdagangan orang ( TPPO). Namun, hakim justru mengabaikannya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Hukum Migrant Care, Nur Harsono. Dan juga mengatakan putusan tersebut menjadi preseden buruk bagi perlindungan tenaga kerja Indonesia ( TKI ). Dia mengaku sangat kecewa dengan putusan hakim. Menurutnya, hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi dan fakta persidangan selama kasus tersebut berlangsung.

Nur Harsono menambahkan pertimbangan hakim yang digunakan justru banyak dari para saksi yang meringankan terdakwa, bukan saksi fakta.
Dia juga menjelaskan fakta di lapangan sudah membuktikan, apa yang dilakukan oleh terdakwa sudah memenuhi unsur pasal TPPO. Misalnya dari penempatan TKI yang tidak sesuai kontrak, jam kerja yang melebihi kontrak, gaji yang dibayar tidak sesuai kontrak, dan hal lainnya.

Menurut Harsono, jika kasus seperti ini dibebaskan, maka akan menjadi preseden buruk bagi nasib TKI.
Dikatakan Harsono, endingnya, para TKI ini ditangkap Polisi Malaysia dan sempat ditahan selama dua bulan. Ini jelas bukti bahwa para TKI ini adalah korban, di mana mereka, korban eksplotasi tenaga kerja.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri Semarang membebaskan Direktur Utama PT Sofia Sukses Makmur, Windi Hiqma Ardani menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 103 Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

Perkara ini berawal dari PT Sofia Sukses Makmur yang melakukan rekrutmen calon TKI yang akan ditempatkan di Malaysia tahun 2016. Tiga calon TKI yang direkrut dari daerah Kendal itu dijanjikan untuk diperkerjakan PT Kiss Produce Food Tranding. Namun pada kenyataannya, ketiganya diperkerjakan PT Maxim Birdnest.

Ia menilai perbuatan terdakwa tersebut sebagai pelanggaran administrasi. Atas putusan tersebut, hakim memberi kesempatan jaksa dan terdakwa untuk mengambil sikap atas hal itu.

Atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum Zahri Aeniwati mengaku masih akan melaporkannya kepada pimpinan sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut. ( na )****.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.