3:43 pm - Friday October 19, 2018

Banjir Rob Sering terjadi Di Genuk, Diprediksi akan Mengganggu Lalu Lintas Mudik 2018.

RADAR PKRI JATENG – SEMARANG. Air laut masih akan naik atau pasang sehingga mengakibatkan rob di beberapa daerah, tidak terkecuali Kota Semarang seperti Genuk, Terboyo, dan lainnya, menjadi daerah yang terdampak banjir rob tersebut.

Rob yang terjadi saat ini terbilang parah. Disebabkan adanya gelombang tinggi air laut mencapai 1-2 meter. Kemudian ditambah adanya limpahan air hujan dari Semarang bagian atas adalah Ungaran Kabupaten Semarang. Sehingga di hilir atau sekitar pelabuhan terjadi penumpukan air.
Sementara Kepala Seksi Observasi dan informasi Stasiun Meteorologi Maritin, Badan Mateorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) kota Semarang, Retno Widyaningsih, menjelaskan bahwa, pekan ini merupakan fase rob atau air pasang laut tertinggi.
Retno juga mengatakan, akumulasi dari pasang air laut disertai hujan, ditambah gelombang laut membuat rob tinggi. Sehingga ketika masuk di  sungai, ada parapat yang tidak kuat menahan air karena intensitasnya tinggi.
Gelombang air laut saat ini juga sudah turun, yakni sekitar 1meter. Nanti dipertengahan Bulan Juni bisa naik lagi. Hanya saja ketinggiannya akan bervariasi. Kalau dibarengi hujan dan gelombang tinggi bisa mengakibatkan rob tinggi bisa mengakibatkan rob tinggi di luar perkeriraan.
Retno juga menuturkan, kenaikan air rob kali ini mencapai 80 cm dari kondisi normal. Saat ini masih dalam kondisi pasang, tapi tidak separah awal pekan ini. Hanya saja, kondisi naiknya air laut dimungkinkan akan kembali terjadi pertengahan Juni mendatang.
Mengenai durasi pasang surut tersebut, kata Retno terjadi secara asttronomis. Biasanya kondisi itu terjadi tiap bulan dan ketika terjadi bulan purnama.
Menurut Retno, ketinggian rob kali ini hampir sama dengan rob ketika terjadi Badai Cempaka beberapa waktu lalu. Hanya saja pada saat Badai Cempaka terjadi pada pagi hari dan cepat surut. Sedangkan rob kali ini terjadi siang hari dengan durasi lebih lama, yakni antara pukul 11.00-16.00 WIB.
Untuk mengantisipasikejadian terulang saat arus mudik Lebaran 2018, Pemkot Semarang akan mengaktifkan semua pompa yang dimiliki saat air laut pasang.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, kondisi jalan Semarang- Demak di Genuk dan Terboyo yang terendam banjir rob dalam dua hari terakhir menjadi persoalan serius yang harus diperhatikan.
Walikota Semarang juga mengatakan, disiagakan 24 jam dengan sistem bergilir supaya yang merayakan lebaran tidak lupa ada jadwal piket. Semua tetap waspada antisipasi rob di Kota Semarang. Mengharapkan mudah- mudahan mudik lebaran nanti bisa berjalan lancar.
Disinggung terkait penanganan rob dan banjir di Kota Semarang, Hendi menegaskan jika sejumlah pekerjaan saat ini masih dalam proses. Beberapa proyek di antaranya normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur ( BKT) Sringin, Babon dan sungai lain di wilayah Timur Kota Semarang sedang dikebut.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penanganan pada parapat Sungai Sringin di Trimulyo Genuk, yang jebol akibat tidak kuat menahan ketinggian air laut.
Dijelaskan, baik di sungai Sringin lama maupun Sringin Baru  sudah ditutup untuk mencegah masuknya air laut ke kawasan Genuk dan Terboyo. Pihaknya tidak akan membuka bendungan sebelum ketinggian air laut di bawah batas normal. ( na)****/
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.