11:42 am - Saturday November 18, 2017

Pangdam : Kecendrungan Pembakar Lahan Itu Beraksi Pada hari Libur

KAMPAR – jumat, 02 September 2016. Pangdam I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung mengatakan kecendrungan pembakar lahan itu beraksi pada hari libur, biasanya itu dimulai dari jum’at sore sampai dengan hari minggu, dan itu sering terjadinya pada sore hari, hal itu disebabkan opersional heli sudah berhenti pada sore hari.

“Untuk itu, anggota dilapangan jangan sampai libur pula pada hari libur itu, pantau terus kebakaran hutan dan lahan,”

Hal itu disampaikannya pada saat melakukan kunjungan kerja di Makodim 0313/KPR, Jum’at. Tampak hadir juga, Bupati kampar H. Jefry Noer, Kapolres kampar, Danyon 132/BS, beserta danramil yang berada diwilayah kerja Kodim 0313/KPR.

Ia mengatakan, untuk kedepannya dirinya akan terus melakukan evaluasi agar kejadian seperti di Rohil kemarin terjadi lagi, karena tidak standarnya SOP yang kita gunakan menyebabkan salah seorang anggota kita meregang nyawa saat memadamkan api.

“Memang, di Rohil itu medannya sangat berat, ditambah lagi selama ini kita hanya menggunakan sepatu PDL biasa, sudah pasti itu bisa terbakar, dan juga kita juga tidak memakai baju anti api,”katanya.

Untuk itu, ia berharap, sebelum anggota itu turun untuk memadamkan api, kita musti bisa memetakan dulu apakah daerah itu medannya sulit atau tidak. “Buat Kodim, Koramil, dan Polsek harus punya data tentang siapa-siapa yang punya lahan diwilayah kerjanya masing-masing, hal itulah yang nantinya akan memudahkan kita untuk memncari tau siapa pemilik lahan jika ada yang terbakar,”ungkapnya.

Pangdam juga meminta, sasaran kita bukan hanya menangkap pembakar lahan perseorangan, tetapi yang musti kita cari tahu siapa orang yang dibelakangnya. Kemudian saya tekankan juga, jangan sampai ada orang dalam yang juga mempunyai lahan juga ikut membakar, kalau ketahuan saya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas. “Jika ingin membuka lahan juga gunakan cara lain selain dengan cara membakar, demi tugas negara itu, kita harus tinggalkan urusan pribadi,”jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0313/KPR Letkol Kav Yudi Prasetyo mengatakan jajaran Kodim 0313/KPR dan perkuatannya melaksanakan tugas pokok pencegahan dan penindakan karhutla dalam rangka mendukung tugas pokok satgas karhutla Provinsi Riau guna menjamin stabilitas wilayah.

Dalam hal ini Kodim 0313/KPR memakai tiga tahap pola operasinya, yaitu Tahap I dengan Pengerahan kekuatan bergiliran (1/3 kuat digelar, 1/3 kuat siaga dan 1/3 kuat cadangan), diwilayah kerja Kodim 0313/KPR guna melakukan sosialisasi, pencegahan, mitigasi dan penindakan secara persuasif dan represif, Tahap II (Status siaga darurat)
Pengerahan kekuatan ditambah pers BKO dari jajaran Kodam I BB untuk melaksanakan pencegahan, pemadaman dengan cepat dan penindakan melalui penegak hukum. Sedangkan Tahap III (status tanggap darurat) Pengerahan kekuatan diperkuat BKO dari pusat untuk melaksanakan pemadaman dan penyekatan dengan cepat, penegakan hukum dengan proses yang cepat.

“Kami juga sudah membentuk posko SUB Sektor dan posko titik kuat. Dan juga kami telah persiapkan perlengkapan perorangan untuk menjaga moril personil seperti rompi patroli perorangan, kacamata patroli anti UV,”katanya.

Ditambahkannya, Penyiapan prasarana mitigasi juga telah dilakukan dengan pembuatan sekat kanal blocking 258 buah, di Kampar 98, pelalawan 145, dan Rohul 15, pembuatan embung 136 buah, pembuatan sumur bor 80 buah.

Terkait dengan himbuan kepada masyarakat, kami juga terus  melakukan sosialisasi larangan membakar lahan dengan cara memasang spanduk larangan membakar lahan, penyampian maklumat kapolda, pengunguman tentang sayembara penangkapan pembakar lahan, dan melakukan pemetaan terhadap lahan yang terindikasi siap dibakar.

Selanjutnya, Bupati Kampar H. Jefry Noer menambahkan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau bukan semata-mata faktor alam, melainkan ulah oknum yang sengaja membakar untuk kepentingan pribadi. Untuk ia juga telah memerintahkan kepada Camat dan kepala Desa yang ada di Kabupaten kampar agar serius mengantisipasinya dan terus melakukan koordinasi dengan Satgas karhutla.

“Dalam hal ini Pemkab Kampar dengan semampunya akan membantu kinerja dari satgas karhutlah sehingga kabupaten kampar benar-benar terbebas dari kebakaran hutan dan lahan,”pungkasnya.
(Unandra/rls)Redaktur Pelaksana;Unandra

Filed in: PKRI News, Ragam Kejadian

Comments are closed.