7:04 pm - Sunday September 24, 2017

Pasarkan Produk Ritel, Pertamina Optimalkan SPBU, Bambang Sebut Konsep “PASTI PRIMA”

MABES PKRI – PKRI INVESTIGASI. Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang di peluncuran konsep SPBU “Pasti Prima” di SPBU Pasti Prima Lenteng Agung, Jakarta, 11 Desember 2015 (Beritasatu.com/Herman) Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang di peluncuran konsep SPBU “Pasti Prima” di SPBU Pasti Prima Lenteng Agung, Jakarta, 11 Desember 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang di peluncuran konsep SPBU "Pasti Prima" di SPBU Pasti Prima Lenteng Agung, Jakarta, 11 Desember 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang di peluncuran konsep SPBU “Pasti Prima” di SPBU Pasti Prima Lenteng Agung, Jakarta, 11 Desember 2015.

Jakarta. PT Pertamina (Persero) akan mengoptimalkan peran stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memasarkan seluruh produk-produknya, seperti pelumas dan elpiji. Pertamina memiliki keunggulan dalam jaringan SPBU yang tersebar di berbagai penjuru nusantara yang bisa dikembangkan.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan Pertamina akan mengembangkan strategi channel modern untuk memasarkan produk-produk ritelnya. SPBU akan dikembangkan seperti restoran-restoran cepat saji yang bisa melayani pesan antar. Untuk itu, Pertamina telah menggandeng GoJek. “Sekarang kita benahi sistem teknologi informasinya. Jadi produk-produk yang dijual Pertamina bisa langsung sampai ke konsumen,” ujarnya di Jakarta, Minggu (17/1).

Pertamina juga mengembangkan SPBU Pasti Prima. Nanti SPBU tidak sekadar untuk membeli BBM, namun menjadi food and energy station dengan menggandeng Perum Bulog dan juga PT Pos. “BUMN Corporation akan kami wujudkan dengan menggandeng Bulog dan PT Pos Indonesia,” kata dia.

Menurut Ahmad Bambang, Pertamina juga akan meningkatkan brand image produk pelumas. Apalagi pelumas Pertamina memiliki keunggulan dari sisi harga jual yang lebih kompetitif dibanding produk-produk sejenis lainnya. “Sekarang kalau harganya lebih kompetitif dengan kualitas yang sama, kenapa di bengkel-bengkel itu yang ditawarkan justru produk lain,” ungkap dia.

Untuk itu, lanjut Ahmad Bambang, Pertamina akan meningkatkan brand image produk pelumas yang diproduksi, baik ke masyarakat maupun ke para pelaku usaha.

Pakar manajemen Rhenald Kasali mengatakan Pertamina memang harus lebih mendekatkan prodok-produknya dengan konsumen. Selain itu, untuk meningkat brand image produk, Pertamina memperluas sosialisasi setiap produk supaya lebih dikenal masyarakat. “Selain itu, untuk produk seperti oli, yang tidak kalah penting memenuhi standar internasional. Jika itu sudah dilakukan dan ditambah dengan promosi yang lebih luas, hasilnya akan lebih baik,” kata dia./Muryati-Redpel.

Dok By: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP.

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.