3:40 pm - Wednesday October 24, 6238

Pati Rebut Posisi Tuan Rumah Kegiatan Sebagai JATENG.

PATI JATENG. Lagi, Kabupaten Pati Dipercaya Jadi Tuan Rumah Perlombaan Tingkat Jaten

Untuk kesekian kalinya Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat provinsi. Kali ini olah raga yang akan dilombakan ialah gerak jalan 28 km tingkat Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Sigit Hartoko menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Sumpah Pemuda (HSP).

“Rencananya akan diikuti oleh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Adapun pesertanya adalah para pemuda berusia antara 16-30 tahun yang merupakan perwakilan terbaik dari setiap kabupaten/Kota”, imbuh Sigit di rapat kordinasi persiapan lomba gerak jalan 28 km, baru-baru ini di Aula Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati.

Untuk pelaksanaan lomba gerak jalan sendiri, akan diadakan pada 4 Oktober 2018. “Start dari halaman Stadion Joyokusumo Pati pukul 06.00 WIB, kemudian mengarah ke SMK 3 Pati menuju arah Gembong untuk kemudian kembali lagi finish di Stadion Joyo Kusumo”, terangnya

Nantinya, selain gerak jalan, pihak panitia juga akan menyiapkan acara tambahan yakni jalan santai yang dapat diikuti oleh para pelajar dan peserta umum dan diakhiri dengan hiburan band lokal ternama.

“Mari kita ikuti dan dapatkan doorprize-nya”, lanjut Sigit.

Ia pun menjelaskan bahwa lomba gerak jalan ini juga diadakan untuk menambah semangat persatuan berbagai komponen bangsa yang diwakili kaum muda untuk kembali merajut cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Jadi harapan kami, tak hanya sebuah momentum sejarah saja yang terus diperingati setiap tahunnya tapi lebih dari itu, kita dituntut untuk mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda agar rasa nasionalisme para pemuda dapat bangkit kembali”, imbuhnya.

Menurut Sigit, keragaman merupakan suatu realitas dan bukan malah menjadi alasan untuk terpecah belah. “Kami juga prihatin, kenyataan yang sering kita lihat justru bertolak belakang dengan makna dari Sumpah Pemuda. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya perkelahian antar pemuda, kekerasan antara pelajar, maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta remaja yang cenderung lebih suka memakai produk luar negeri”, terangnya. (fn4/FN /MK)

Filed in: PKRI News

Comments are closed.