6:53 pm - Monday November 20, 2017

Pedagang Mengeluh luas Bangunan Ukuran Kuburan Bayi

PKRI NEWS- BANDUNG BARAT– Kamis 23/03/2017. Bupati Bandung Barat H. Abubakar membantah bahwa kios yang tengah dibangun di Pasar Panorama Lembang mirip dengan kuburan bayi. Menurut dia, ukuran kios yang tengah dibangun tidak sama dengan kuburan bayi.
“Saya kan ke sini mengecek saja, karena saya dengar ada kuburan bayi di sini. Yang memberitakan harus tanggung jawab, ayo.. Ternyata kan faktanya tidak seperti itu,” kata Abubakar, di sela tinjauannya ke Pasar Panorama Lembang, Kamis, 23 Maret 2017.
Sebelumnya diberitakan, pedagang mengeluhkan luas bangunan yang kini dalam proses pembangunan oleh pihak pengembang, PT. Bina Bangun Persada. Pasalnya, lahan baru yang tengah dibangun hanya seluas sekira 100 cm x 60 cm. Padahal sebelumnya, dalam perjanjian dituliskan bahwa kios berukuran 1 meter x 1,2 meter.  Seorang pedagang, Wawan (48) bahkan menilai ukuran los itu hanya seukuran kuburan bayi.
Menurut Abubakar, setiap orang pasti menginginkan tempat yang layak, termasuk tempat untuk berdagang. Akan tetapi, harus dipertimbangkan juga kemampuan untuk mewujudkannya. Demi menampung seluruh pedagang kaki lima di sekitar Pasar Panorama Lembang, maka ukuran los terpaksa dibuat menjadi kecil.
“Jumlah orangnya sudah definitif. Artinya sudah berproses dari awal, ada izin dari dinas. Yang kedua, fasilitas PKL, yang setiap dilakukan penataan selalu berubah-ubah. Bukan berkurang, tapi bertambah. Itu mungkin menyusahkan dinas, paguyuban, terutama pengembang itu sendiri. Pengembang memang diminta oleh saya supaya bisa mengakomodasi para pedagang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Abubakar menilai wajar pedagang mengeluhkan ukuran los yang kecil. Dengan menyampaikan keluhan saat proses pembangunan dilakukan, maka keluhan itu bisa langsung dimusyawarahkan. Abubakar juga meminta agar paguyuban pedagang menampung seluruh aspirasi yang konkrit untuk dibicarakan dengan pihak pengembang.
“Sekarang kita harus bersyukur, para pedagang itu terakomodir, jadi ikut menikmati fasilitas yang dibangun. Terutama yang punya izin pemakaian los (IPL), maupun yang tidak punya IPL. Ini kan perlu fakta, jangan sampai ada yang mengaku punya IPL (bilang los seperti kuburan bayi), karena orang lain sudah punya fasilitas,” katanya(Riki Triyadi)
Redaktur:Unandra
Filed in: Ekonomi Bisnis, PKRI News

Comments are closed.