8:37 pm - Saturday June 23, 2018

Pelayanan Kantor Imigrasi Agam Dikeluhkan – Tokoh Limapuluh Kota Datangi Kantor Imigrasi Agam “Ditegur Dengan Tidak Sopan”

RADAR PKRI SUMBAR, 50Kota. Agam, Padek — Perwakilan tokoh masyarakat asal Kabupaten Limapuluh Kota didampingi lembaga swadaya masyarakat (ORSOS) Penerus Kemerdekaan Cadangan Serbaguna (PKRI-Cadsena) mendatangi kantor Imigrasi Kelas II B Agam, Selasa (20/3). Hal itu terkait adanya keluhan masyarakat mengenai pelayanan pengurusan Pasport di kantor tersebut.

Hendra Triwarman selaku tokoh masyarakat yang sedang mengurus dokumen keimigrasian dalam laporan tertulisnya mengaku tidak senang saat ditegur oleh petugas imigrasi.
“Hari ini kami datang dengan membawa surat resmi sebagai masukan bagi pihak Imigrasi Agam. Harapannya, perlakuan yang saya alami dari petugas imigrasi tidak berulang menimpa masyarakat yang datang jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan,” ujarnya kepada wartawan sesaat sebelum menyerahkan surat tertulis dan menghadap Kepala Imigrasi Klas II B Agam.
Dalam surat tertulis tersebut, Hendra yang juga Ketua Bamus Nagari Mungka, membeberkan kronologis kedatangannya pada Kamis (15/3). Kala itu, saat diwawancarai pihak imigrasi, dalam proses pembuatan pasport, Hendra mengaku ditegur dengan bentakan dan  nada yang tidak sopan.
“Kantor imigrasi sebagai tempat pelayanan publik, hak publik untuk mendapatkan pelayanan yang baik mesti menjadi prioritas utama,” demikian tulis Hendra dalam penutup suratnya.
Kepala Kantor Imigrasi Klas II B Agam, Ezardy Samsoe yang menjadi mediator atas pengaduan tersebut mengatakan pihaknya siap melakukan evaluasi tentang sistem pelayanan.
“Kantor Imigrasi Agam ini mendapat peringkat nomor dua seluruh Indonesia, kami dinilai Menpan-RB kategori baik dalam hal pelayanan. Kendati begitu, saya setiap hari terus melakukan pembinaan kepada jajaran saya,” ujarnya memberi jawaban kepada Hendra Triwarman yang didampingi Komandan PKRI Cadsena, Mardianto dan stafnya.
Dengan adanya sistem permohonan secara online, lanjut Ezardy, maka pihaknya mengalami peningkatan pengajuan pelayanan dokumen keimigrasian.
“Masyarakat yang dilayani menjadi bertambah, sementara kantor masih dengan sarana dan prasarana seperti ini. Saat ini kami sedang mengajukan permohonan ke pusat untuk pembenahan ruangan kantor agar lebih transparan,” katanya lagi.
Terkait insiden dan laporan masyarakat itu, Ezardy menilai adanya kesalahpahaman dan miss komunikasi.
“Mungkin dari cara penyampaian nadanya (staf imigrasi) kurang, dan penerimaan juga berbeda. Intinya saya rasa ini miskomunikasi, maka dari itu saya mengajak mari saling memaafkan. Kalau ada yang kurang nanti akan saya arahkan lagi. Saya masih kontrol tiap hari. Dengan komplain seperti ini maka bisa untuk evaluasi lagi,” tegas Ezardy.
Setelah mendengar penjelasan dari Kepala Kantor Imigrasi Agam itu, petugas imigrasi dan tokoh masyarakat asal Limapuluh Kota itu akhirnya berdamai dan saling bersalaman. (r)
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.