1:59 am - Tuesday May 22, 2018

Pemerhati Hukum Sebut Jaksa Main Mata Atau Tak Berimbangan Kepada Nenek Hj Rafiah dan Hj Sriatun.

Foto – Boy Biro RADAR PKRI KALTIM dan JARIAH yang bertandang Ke MARKAS PUSAT MB-PKRI CADSENA.

RADAR PKRI KALTIM, KOTA BALIKPAPAN. Gugat menggugat terjadi antara pihak Hj. Rafiah, Hj Sriatun yang berpermohonan dengan kuasa pelapor adalah Cucu Tirinya dari Anak Pertama Alm. H Pandang yakni Jariah, dalam kasus Gugat menggugat ini tergugat adalah pihak waris dari Alm. Haji Pandang yakni selaku anak dari Istri Pertama Alm. H Pandang Almarhumah Nomina, diterangkan almarhumah adalah meninggal tahun 1985 dengan dikuatkan surat kematian yang dimiliki oleh Anak Anak dari Almarhumah Nominah.

Dalam Gugat menggugat ini terlihat bahwa Pihak Waris dari Keturunan almarhumah Nominah yakni Siti Norma, Siti Ameni dan Siti Ameniah yang kemudian berperbuat melakukan penjualan lahan seluas 1.5HA lahan yang dibeli oleh H Pandang pada tahun 1994 tepatnya 21 Juli 1994 sesuai dengan surat segel induk pelepasan hak dari pihak pertama kepada Alm. H Pandang dan menjualnya kepada Gordios Ago dengan Noratis Nuraini Uti Jl. Soekernao Hatta Kota Balikpapan tanpa Istri Almarhum H Pandang ketahui.

Anehnya pihak kepolisian pada saat itu sempat kehilangan keahliannya dalam mengawasi permasalahan ini, dimana pihak penyidik harus berlarut larut mengupas tuntas kasus ini hingga tiga tahun lebih, dan sungguh irononya telah melampaui batas ketentuan masa penyidikan pemeriksaan yang telah ditetapkan olek KAPOLRI (PERKAP) atas masa waktu penyidikan dan pemberkasan serta pelimpahan P21. Anehnya adalah pihak kepolisian penyidik tak melihat bahwa harta yang dibeli adalah ditahun 1994 dan Nominah telah berpulang tahun 1985, dengan demikian menurut Boy (Biro RADAR PKRI KALTIM) yang adalah suami dari Jariah berpenyampaian pihak kepolisian telah mendapatkan amplove hingga tertutup matanya akan keberadaan Istri Kedua dan ketiga alm. H Pandang yang masih ada “mungkin ungkap Boy.

Nah. gugat menggugat kembali terjadi, kali ini dinilai oleh pemerhati hukum Bp. LAKSMA Drs. Bonar Leo Via telp mengatakan bahwa telah ada kejanggalan dalam kasus ini, jika mendengar penyampaian yang dibacakan berdasarkan surat KAJARI Kota Balikpapan Kepada Penanggung Jawab RADAR PKRI / KOMANDAN PUSAT PKRI CADSENA.

Foto Dokumen MB-PKRI CADSENA. – LAKSMA Drs Bonar Leo Simangunsong MS,c

Dikatakan oleh Bonar, semestinya mata hukum dan mata hati Jaksa Penuntut Umum saat ini Rina dan Norma tidak hanya terlihat kepada ketiga terpidana yang memang sah saja melihat usianya yang sudah tua itu, tapi juga melihat kepada sang Nenek yang telah disengsarakan, kan juga nenek kan harus repot mendatangi POLDA KALTIM atau Pengadilan untuk dipanggil dan dimintai keterangan guna penyidikan atau persidangan yang melihat usianya jauh lebih tua dari ketiga terpidana pemalsuan surat menyurat tersebut ketus Bonar.

dipertegas oleh Bonar, semestinya JPU atau Rina SH dan Norma SH menimbang dengan baik atas tuntutan yang disampaikannya kepada Hakim Pengadilan Negeri Kota Balikpapan tersebut, yakni melihat isi tuntutan yang ada pada Pasal KUHP 263 tentang pemalsuan data dan surat menyurat yang maksimal 6 tahun dengan memberikan tuntutan kepada Hakim Majelis selama dua bulan saja sehingga Hakim hanya menjatuhkan ketuk putusan hukum pada masa satu bulan kurungan dikurangi masa tahanan rumah empat bulan, Hal ini yang semstinya dijaga oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut sehingga tidak terjadi kegadauan dan kecurigaan mata permerhati hukum di Kota Balikpapan, apalagi jika keterangan Hakim bahwa pihak jaksa tidak banding atas Vonis Hakim. Jika seperti ini bagaimana kalau khalayak umum mengetahuinya, dan bagaimana jika halayak umum berkesimpulan adalah bahwa Jaksa Penuntut Umum main mata atau terima amplove. ketus Bonar Bukankah itu akan melukai peranan Kejaksaan di Negara ini ungkapnya.

satu hal lagi disampaikan oleh Hj Sriatun yang didampingi Boy dan Jariah akan kesimpulan Hakim tentang Barang bukti berupa segel asli atas induk segel lahan yang diterangkan oleh Boy dan Jariah bahwa pihak Pengadilan mengembalikan kepada si Pembeli yakni Gordios Ago, yang semakin menjadikan tanda tanya besar bagi LAKSMA PURN TNI AL, Bonar. beliau menyampaikan sebaiknya dikonfirmasi saja ke KAJATI dan ASWAS KAJATI juga hingga ke KEJAGUNG, kan ada Sadri dan Edison alias Opung yang mangkal di FORWAKA KEJAGUNG himbau Pak Bonar.

Red-Totop Troitua ST MS,i

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.