3:08 pm - Thursday December 14, 2017

Pemeritah Daerah Diminta untuk mengajukan penganggaran Proyek Pengerasan Jalan Penghubung SUMSEL JAMBI.

jalan penghubung sumsel jambi – Butuh Penganggaran serius.

MSPK-CADSENA, SUMSEL. BANYUASIN. KELUHAN WARGA SELAMA INI DAN SEKARANG, Pengguna Jalan yang selalu rusak dimana mana serta penyebab macet hingga antrian pengguna jalan yang panjang. Pantauan team Pers pkri di lapangan, Jum’at, 7/04/2017. Tepat nya di wilayah IBU kota Kecamatan BETUNG Kabupaten BANYUASIN. yakni persimpangan segitiga, yang menghubungkan Provinsi Sumsel dengan Provinsi Jambi.

kelas jalan utama ini adalah ruas jalan lintas yang cukup ramai dan padat, dengan bermacam ukuran jenis dan bobot kendaraan yang selalu beraktivitas di jalan penghubung ini.(Gambar).

Team Investigasi dalam waktu dekan akan berkunjung ke Kantor dinas Pekerjaan Umum Prov SUMSEL dengan menyampirin Bp Ucok Hidayat Selaku Kabid Bina Marga dan Tata Ruang DPU Prov SUMSEL.

Jalan penghubung SUMSEL – JAMBI butuh Penganggaran serius, sesuai dengan kebutuhan jalan.

Dari pantauan dilapangan mengatakan bahwa kapasitas kendaraan R6 dst nya yang sering menggunakan jalan ini mengakibatkan jenis jalan ini mudah rusak, harapannya agar kedepan diseriuskan untuk penganggarannya sehingga mendapatkan jenis dan mutu jalan yang berbobot. Kerusakan jalan yang diakibat itu menjadikan timbulnya kemacetan dan akibat antrian para pengguna jalan yang ramai menggunakan jalan ini sehingga menjadikan macet.ungkap asok salah satu warga.

Kalau Kendaraan yang melintas sangat berat dan besar, bobot kekuatan yang luar biasa, tidak sesuai dengan jalan yang ada. Maka sudah seharus nya Pemerintah Pusat dan Provinsi mencari solusi yang tercepat dan terjangkau, guna mengurangi kenyataan yang sudah di alami dulu dan sekarang,

Menurut cerita salah satu pengguna jalan, yang tidak mau di sebut kan nama nya kepada team Pers PKRI, bahwa kendaraan yang melintas cukup berat beban nya, dan banyak sekali. Hingga kami pasrah saja, itu semua ada yang mengatur dan berhak atas inisiatif, untuk bertanggung jawab atas keluhan warga.(Gambar)

Dari team investigasi, menarik benang merah atas masalah keluhan warga ini, sebagai pengguna jalan, Agar Pemerintah bertindak terhadap Instansi yang terkait, untuk merencanakan dan menata semua bagi kebutuhan umum yakni pengguna jalan, supaya ada yang bisa untuk mengatur kewajaran muatan bobot kendaraan, menurut undang-undang yang berlaku sesuai ungan undang kementerian perhubungan.

Semoga keluhan warga teratasi tidak membuat kesal. Karena Kalau mau menunggu Jalan TOL yang sedang tahap pengerjaan dapat mengatasi waktu sebelum jalan TOL selesai. (Aslam)

Filed in: Ekonomi Bisnis, Investigasi PKRI

Comments are closed.