6:47 am - Wednesday January 24, 2018

Pemusnahkan Barang Bukti Phisikotropika ditutup oleh Aksi GMNI Yang Mendesak Tiga Kasus Besar Korupsi dituntaskan.

Tampak Kejari Balikpapan Dalam Pemusnahan Barang Bukti Narkoba.

RADAR PKRI KALTIM. Kota Balikpapan 12 / 12 / 2017 bertempat dipelatarana parkir halaman depan Kantor Kejaksaan Kota Balaikpapan, pihak kejaksaan melakukan kegiatan pemusnahan barang bukti jenis sabu dll. ditemui diruang kantor Kasi PIDUM Bp. I Wayan Sutarjana mengatakan bahwa pelaksanaan ini benar memusnahkan barang bukti jenis sabu. disampaikan bahwa tahun ini telah dimusnahkan sebanyak ratusan gram sabu hasil sitaan jaksa dari barang bukti tangkapan pengedar sabu yang sudah mendekan di rumah tahanan negara maupun lembaga pemasyarakatan.

jelasnya dalam pelaksanaan ini terdapat detail BB yang dimusnahkan berasal dari 174 perkara dan semuanya merupakan kasus narkotika. Yakni, sabu-sabu seberat 410,61 gram, 23,37 gram ganja, 3 butir ekstasi, dan 1.715 butir dobel L. yang diperoleh sejak April hingga Nopember 2017 silam. selain itu juga handphone dan timbangan digital yang disita dari para terdakwa kasus narkoba dibakar.

Berdasarkan pasal 270 KUHP, usai putusan pengadilan memiliki kekuatan hukum tetap, maka barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan,  Pemusnahan itu sendiri disaksikan oleh perwakilan Polres Balikpapan, Polda Kaltim, Pengadilan Negeri, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan. Semua barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam tong besi.

Acara pemusnahan berlangsung hingga pukul 10:30 WITA.

Kasi PIDSUS Isnani SH KEJARI Kota Balikpapan menerima Team GMNI di Ruang Aula Serbaguna KEJAKSAAN.

Selang kemudian pihak aksi GMNI mengunjungi kantor kejaksaan untuk berdialog akan tuntutan mereka terhadap tiga kasus besar korupsi yang ada, mereka meminta agar kiranya kasus besar ini disidangkan.

Hal ini dibahas didalam ruang serbaguna kejaksaan negeri kota balikpapan yang diterima oleh kasi pidsus kejaksaan kota balikpapan Bp. Isnaini.

Pihak GMNI mengutarakan tiga kasus besar tersebut diantaranya yakni : Tiga kasus dugaan korupsi menjadi sorotan aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menggelar unjuk rasa di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/12/2017). Ketiga kasus itu diantaranya dugaan mark up pengadaan lahan Rumah Potong Unggas (RPU), dana hibah Panwaslu Kasus dugaan korupsi dana hibah Panwaslu Balikpapan dengan kerugian negara mencapai Rp800 juta dan kebocoran anggaran DPRD Balikpapan senilai Rp2 miliar, GMNI mengatakan kasus RPU adalah kasus lama yang sudah dua tahun mangkrak di kepolisian, GMNI merasa bahwa pihak kejaksaan lamban dalam menanggapi kasus ini dari kepolisian.

GMNI berharap kejaksaan bisa menjadi pelopor Pemberantasan KORUPSI, KOLUSI, NEPOPTISME MARKUS dan GRATIFIKASI (KKNMG).

Red-TT.

 

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.