8:39 pm - Saturday June 23, 2018

Penembakan Alm. Jumingan Belum Diketahui Motifnya, Fahrizal Serahkan Diri Bersama orang Tua nya

RADAR PKRI SUMUT – MEDAN. Dalam jumpa Pers,  Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengatakan motif dari penembakan J (Alm.Jumiran) belum diketahui “ kami masih belum mengetahui motif maupun permasalahan penembakan ini, karena kondisi pelaku  F (Fahrijal) yang saat ini belum dapat di mintai keterangannya. Namun kami akan tetap mencari tahu apa motif semua ini” ujar Kapoldasu kepada wartawan di depan kantor Dirkrimum Poldasu (5/4/2018).

Dalam paparannya Kapoldasu juga menunjukan Senjata Api milik F, 6 proyektil, butiran proyektil bekas tembakan dan KTA Pelaku F. Dari hasil pemeriksaan, korban Alm. Jumiran mendapatkan 6 luka tembakan di tubuhnya.

Penembakan Alm. Jumingan ini menjadi pemberitaan media cetak, elektronik dan online di Indonesia karena dilakukan oleh seorang Perwira Menengah personil POLRI yakni Kompol Fahrijal, Hal ini dibenarkan Kapoldasu “ benar F adalah seorang personil POLRI berpangkat Kompol yang bertugas di NTB.  F berprestasi dalam tugasnya di POLRI” kata Kapoldasu.
Kapolda juga menjelaskan kronologis kejadiannya kepada wartawan yang dimulai dari F yang mengambil cuti dari tugasnya di NTB datang ke Sumatera Utara untuk mengunjungi ibu nya yang baru saja sembuh dari sakitnya.
Fahrijal yang tiba di kediaman orang tuanya di Jalan tirtosari Gang Keluarga nomor 14 pukul 19.30 disambut oleh adiknya Heny Wulandari (istri dari Alm. Jumingan korban penembakan Fahrijal).
Oleh Heny yang juga menjadi saksi dalam kejadian ini menceritakan Farizal yang datang bersama istrinya terlihat asik mengobrol dengan orang tua dan Alm. Jumingan namun tiba-tiba Fahrijal menodongkan  pistol ke arah orang tua nya, oleh Alm. Jumingan langsung melarang Fahrijal “jangan bang” ujar Alm Jumingan. Fahrizal berbalik penodongkan pistol nya ke arah Alm. Jumingan dan menebaknya.
Melihat kejadian tersebut Heni langsung masuk ke kamarnya dan mengunci kamarnya karena ketakutan. Setelah menembak Alm. Jumiran,  Fahrizal sempat menggedor pintu kamar adiknya “ dek..dek.. buka pintunya” kata FAHRIJAL kepada adiknya. Setelah itu F dan ibu nya pergi kekantor polisi terdekat untuk menyerahkan dirinya.  “malam itu juga F datang menyerahkan dirinya kekantor polisi, benarkan pak Waka.. pak Waka tadi malam melihat dan sempat menanyai pelaku namun pelaku mengatakan tidak menyesali perbuatannya” kata Kapoldasu.
Filed in: Uncategorized

Comments are closed.