6:51 am - Wednesday January 24, 2018

“PERS BUKAN PENGEMIS” PKRI SUMUT, SEBUT SEBUAH PELANGGARAN KODE ETIK.

RADAR PKRI SUMUT, KOTA MEDAN. Menindak lanjuti pemberitaan ini pada pemberitaan Calon pilgub SUMUT.

Edy Rahmayadi ke Wartawan: Jangan Kalian Tulis yang Tidak Saya Ucapkan

Medanbisnisdaily.com – Medan. Bakal calon Gubsu, Edy Rahmayadi memperingatkan wartawan terkait pemberitaan soal dirinya. Mantan Pangkostrad ini meminta wartawan jangan menuis berita yang tidak ia ucapkan.

“Kita sepakat dulu. Jangan kalian tulis yang tidak saya ucapkan. Jadinya seperti mengada-ada. Masyarakat jadi berpikir tentang saya yang tidak-tidak,” tegas Edy seusai pemeriksaan rohani (kesehatan jiwa) di Gedung Paviliun RS H Adam Malik, Medan, Kamis (11/1/2018).

Tetapi ketika diminta menyebutkan contoh pemberitaan media yang tidak sesuai dengan ucapannya, Edy tidak mampu menjelaskan. Pun demikian saat ditanya kenapa dia tidak berusaha mengklarifikasi pemberitaan media yang menurutnya tidak sesuai, pensiunan jenderal TNI AD bintang tiga itu menyatakan tak perlu.

“Capeklah mengurusi yang begitu,” ujarnya didampingi bakal calon Wagubsu, Musa Rajekshah atau Ijeck.

Menurut catatan medanbisnisdaily.com, Edy kerap mengucapkan pernyataan kontroversial. Di antaranya, di hadapan puluhan wartawan berikut para pendukungnya seusai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Sumut (8/1/2018), dia mengklaim dirinya sebagai calon gubernur paling hebat di Indonesia karena didukung banyak parpol. Menurutnya, tidak ada calon gubernur yang mendapat dukungan lebih besar dibanding dirinya.

“Saya didukung oleh 60 kursi di DPRD, sementara yang lainnya cuma 16. Susah cari tambahan. Saya buang 40 kursi, saya masih bisa mencalonkan diri,” kata Edy di Posko Tim Pemenangan Edy – Ijeck, Jalan A Rivai Medan.

Dalam pernyataannya, Edy juga sempat menyindir Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan sebagai kandidat impor. Ia menyindir proses pencalonan yang harus melalui beberapa tahapan, seperti; mendaftar, periksa kesehatan dan sebagainya.

“Begitu susahnya menjadi calon gubernur sampai-sampai harus ada yang diimpor. Padahal banyak sekali pemuda hebat di Sumut,” tegas mantan Pangdam I/BB ini.

Masih di pertemuan serupa, Edy juga menyebutkan bahwa wartawan merupakan golongan orang-orang yang susah. “Kalian kalau bukan karena susah takkan datang ke sini,” ujarnya.

Ucapan edy atas kalimat terakhir ini sungguh mambanggaka jiwa jiwa di indonesia, disampaikan bahwa sejujurnya tanpa wartawan pemerintahan lah yang susan untuk menggung amal dan dosa dosanya, bukan dosa dua loh yaah…

Red-Totop Troitua ST MSi

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.